Biaya Dalam Proses KPR…

Tampak_Depan1Banyak yang bertanya kepada saya, biaya apa saja yang timbul dalam proses KPR. Berikut ini biaya-biaya tersebut (dari pengalaman, biaya-biaya ini yang saya bayarkan dalam proses KPR kos-kosan saya):

Baca lebih lanjut

Iklan

Takeover

Kemarin atas perkenan Tuhan, dan bantuan keluarga serta teman-teman… salah satu tonggak bersejarah dari perjalanan saya mengejar impian menjadi investor property berhasil saya lalui. Proses pembelajaran yang selama ini saya dapatkan melalui internet dan buku-buku berhasil saya dan istri praktekkan… yaitu proses takeover. Baca lebih lanjut

Sorry Mandiri…

Akhirnya saya putuskan untuk tidak menerima tawaran kredit takeover Bank Mandiri karena setelah dihitung-hitung ternyata dengan hasil appraisal yang boleh dikatakan kecil dan sisa kredit takeover yang akan saya dapatkan sedikit, tidak akan cukup untuk dipakai membiayai kelanjutan pembangunan tiga kamar tambahan kost di Sidosermo dan membuat bisnis baru.

Tawaran dari NISP kelihatannya lebih menarik saat ini, dan kemungkinan realisasi kredit akhir Januari 2010, saat cuti yang akan datang… AMIN!

Uang sisa takeover akan digunakan untuk membuat usaha yang dapat menjadi sumber penghasilan tambahan… sehingga penghasil bukan hanya dari 1 sumber, tapi kalo bisa dari 3, 4, 5, dst.. sumber. Saat ini masih pikir-pikir untuk mengambil waralaba laundry kiloan Simplyfresh atau mau buat warnet… namun masih terkendala dengan lokasi, semoga setelah mendapatkan dananya, lokasipun sudah didapatkan…

Nambah kamar kost di Sidosermo…

Fasad Sidosermo VI No. 8

Ternyata berkat Tuhan lewat kos-kosan di Sidosermo jauh diatas yang diperkirakan sejak awal :-), sehingga dapat digunakan untuk melanjutkan pembangunan 3 kamar yang tertunda, dari total 9 kamar yang direncanakan sesuai gambar pada awal kos-kosan ini dibuat.

Saat ini susunan batu bata sudah selesai dipasang semua, sebagian dinding sudah di “plester” dan sedang dalam perencanaan nge-dak untuk menutup ke-3 kamar tersebut. Dana yang tersedia sudah mulai menipis nih… 😦  sehingga harus mencari sumber dana tambahan agar tahap nge-dak dapat direalisasikan. Sudah berusaha memasukkan beberapa permohonan ke beberapa bank untuk take over kredit lama di CIMB Niaga namun belum ada yang cocok… terakhir dari Bank Mandiri namun hasil kredit yang akan diberikan masih jauh dari harapan, lagipula biaya-biaya kredit dari Bank Mandiri setelah dihitung-hitung lumayan besar.

Bersamaan dengan itu, kamipun dalam proses pengajuan takeover kredit ke NISP, dengar-dengar bocoran akan lebih besar, semoga hehehe… rencananya sich kalau dapat hasil lebih besar akan digunakan untuk membeli properti komersial lagi yang bisa menghasilkan pasive income… Kemarin dulu sudah di survey oleh bagian appraisal bangunan NISP, sebenarnya 3 bulan yang lalu juga sudah di survey oleh NISP namun kemudian sempat kehilangan kontak dengan marketingnya dan awal Desember kemarin coba-coba kontak marketingnya, ternyata mereka masih merespon dengan positif. Semoga ini tanda-tanda baik buat kami dan berkat Tuhan boleh tersalur lewat properti ini, amin!

Menurut marketing NISP kemungkinan realisasi akad kredit akhir Jan 2010, saat saya balik cuti lagi. Jika ini semua berjalan mulus kemungkinan 2010 kami akan memiliki properti komersial 1 lagi.