My Olshop : Buenos_Apik

Setelah pensiun dari karyawan, hari-hari banyak dilalui dengan bersantai dan tidak ada apa yang dikerjakan… ternyata lama-lama berasa hari berlalu dengan cepat secara monoton. Suatu hari teman kerja dulu yang juga telah pensiun menghubungi untuk menanyakan kabar melalui wa.

Setelah chat basa basi sampailah pada pertanyaan “Pak sekarang sedang usaha apa?” (teman: “T”)

Jawab saya : “iya nih masih ngurusin kos saja” (saya: “J”)

J : “bapak bagimana nih usahanya yang dulu dirintis saat baru pensiun”

T: “jalan bagus, hanya butuh waktu yang agak lama. Jadi banyak waktu longgar”

T: “Pak, punya ide kira-kira usaha apa ya yang cocok untuk ngisi waktu sambil nunggu usaha yang sedang jalan ini. Karena kemungkinan saya mau balik ke Jakarta dulu”

J : “hmmm bingung juga apaya? Menurut saya kalau di daerah berkembang cocoknya sih toko bangunan, toko sembako, toko pakaian… pokoknya yang berhubungan dengan kebutuhan dasar manusia pasti dicari deh”

T : “iya ya, tapi apa ya yang cocok buat saya”

J : “cari tahu kebutuhan apa yang belum ada ditempat bpk sekarang, yang mungkin bisa bpk sedikakan”

Singkat cerita setelah chat yang lumayan panjang di WA, teman tersebut belum bisa memutuskan apa yang terbaik buatnya. Hari berlalu saya juga masih terus mencari usaha apa yang baik dijalani dari rumah… Hingga pada suatu hari istri memberikan ide bagaimana kalau kita jualan pakaian online. Karena istri melihat saudaranya lumayan sukses jualan online. Akhirnya berkunjunglah kami ke rumah saudara istri, istilahnya “belajar singkat”, disamping itu saya juga teringat akan chat dengan teman tersebut.

Setelah dipertimbangkan berdasarkan “belajar singkat”, akhirnya kami mau mencoba memulai usaha olshop jualan pakaian. Menurut kami Olshop karena tidak perlu keluar rumah dan hanya menggunakan Laptop serta HP sehingga waktu masih banyak untuk berkumpul dengan keluarga.

Pertengahan Maret 2019, mulailah kami membuat olshop di Instagram (Buenos_Apik) yang menjual baju-baju. Kami memutuskan memulai dengan mengunjungi pasar grosir terbesar se Asia Tenggara yaitu my Brother Land Market (Pasar Tanah Abang) untuk melihat-lihat bagaimana suasana pasar pakaian agar ada jalinan rasa (feeling) dengan jualan pakaian.. sekalian mencari tahu kualitas barang di pasar tersebut (selama ini hanya dengar dari teman, youtube, media lainnya). Kami sempat membeli beberapa pakaian untuk stock awal… ternyata faktanya (sementara ini, semoga saya salah) adalah kualitas pakaian berlaku adagium “Ada harga, ada barang”

Setelah menjalani setengah bulan, ternyata jualan tidak semudah yang kita bayangkan (khususnya olshop)… harus cari supplier yang bagus, harus banding-bandingkan harga… buka toko-toko olshop orang… lihat tampilan toko olshop mereka dll…. mencari real buyer (calon pembeli)… ternyata tidak semudah yang dibayangkan oleh kami sebelumnya…

Karena keterbatasan dana dan ruang, serta tenaga… akhirnya kami memutuskan jualan secara dropship sambil terus mencoba untuk membuat stock kami sendiri (seperti Amazon pada awalnya, saya sempat belanja disini saat toko ini belum sebesar sekarang, sekitar 2007 kalau tidak salah)… Tugas kami sekarang ada mencari supplier baju yang berkualitas yang dapat bekerjasama dengan kami yang masih hijau ini baik import/lokal untuk olshop kami, dan yang utama adalah mencari pembeli (follower, kalau di IG) karena saat ini yang menjadi follower kami kebanyakan adalah olshop-olshop yang menawarkan dagangannya, sama seperti kami 🙂 … itulah proses yang kami jalani… stay focus, tetap semangat (stay on fire)… terus berlajar hal yang baru…

Jika pembaca ingin melihat toko kami, silahkan kunjungi olshop :

IG : Buenos_Apik (toko utama kami)

FB : Buenos Apik

Shopee : Buenos Apik

Order (WA) : 082232710529 (no sms, no call)

Stay tune, sukses selalu buat kita semua… GBU.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Iklan

What a service by CIMB Clicks

Saya sering bertransaksi menggunakan CIMB Clicks, mungkin kali ini yang paling menyebalkan.

Pada tanggal 3 Mei 2016 saya mentransfer uang guna pembayaran KPR ke BRI menggunakan fasilitas CIMB Clicks sejumlah sekitar 16jt-an. Beberapa hari kemudian saya dihubungi oleh pemiliki rekening di BRI bahwa uang transferan belum masuk sehingga beliau dihubungi oleh petugas BRI bahwa pembayaran KPR kalau terlambat bisa didenda.

Kemudian tanggal 7 Mei 2016, saya menanyakan hal ini melalui fasilitas message di CIMB Clicks dan dijawab akan dicek harap menunggu maks 7 hari kerja dan jika memerlukan informasi lain silahkan menghubungi call center mereka. Baca lebih lanjut

Fort Rotterdam Makassar

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Salah satu lokasi yang dapat dikunjungi oleh wisatawan di Makassar adalah Benteng Ujung Pandang atau Fort Rotterdam sebagaimana dituliskan di plakat kecil terletak bagian atas gerbang depan benteng tersebut. Dari nama ini tersebut pengunjung pastinya langsung berpendapat benteng tersebut adalah peninggalan Kerajaan Belanda. Benar, benteng tersebut memang pernah digunakan oleh Belanda namun ternyata benteng tersebut dibangun dan digunakan oleh Kerajaan Gowa sebelum digunakan oleh penjajah Belanda.

Pada tanggal 19 Januari 2016 saya bersama keluarga kembali berkunjung ke benteng tersebut setelah sebelumnya terakhir kali berkunjung saat masih bersekolah di Makassar dalam kunjungan karya wisata SMAN 2 Makassar tempat saya bersekolah sekitar tahun 1988.

Bangunan didalam benteng masih terawat dengan baik jika dilihat sekilas dari luar, namun saat mengintip kedalam sepertinya ada beberapa ruangan yang digunakan sebagai tempat tinggal (semoga saya salah). Saya tidak masuk ke dalam gedung sebagaimana yang saya lakukan saat berkunjung terakhir kalinya, hanya berjalan-jalan menyusuri jalur jalan ditengah dan didinding benteng. Sepertinya ada beberapa bagian benteng yang rusak, karena setahu/seingat saya saat SMA bagian atas dinding dalam benteng terhubung satu sama lain dan dapat diputari. Namun saat akan melakukannya kembali ternyata ada bagian yang tidak dapat dilalui (sekali lagi semoga saya salah).

Saat berkunjung ternyata benteng tersebut juga digunakan sebagai area yang menarik digunakan dalam sesi fotografi karena terdapat beberapa model dan fotografer yang sedang melakukan sesi foto dan juga digunakan oleh sebuah group dancing dalam berlatih.

Dapat terlihat betapa kokoh dan pentingnya benteng tersebut saat itu dengan masih utuh dan tetap tersusunnya sebagian besar bebatuan dengan baik walaupun telah melalui, yang saya percaya, berbagai peperangan dan terpaan cuaca/iklim pantai.

Semoga pemerintahan daerah Makassar terus menjaga, meningkatkan fasilitas dan melestarikan benteng tersebut sebagai sarana kunjungan wisata dan edukasi bagi masyarakat Makassar, Indonesia, bahkan dunia.

RIP Ayahku

Hari ini tepat 2 minggu sejak kepergian ayahku tercinta, terkadang perasaan dalam hati saya bahwa beliau masih ada walaupun kenyataannya sudah tiada. Kenangan indah bersamanya akan abadi selama hayat dikandung badan…

Almarhum mengajarkan kepada kami anak-anaknya bagaimana berpegang teguh kepada prinsip dalam hidup, dengan segala konsekuensinya. Beliau telah memberikan yang terbaik kepada keluarga dan lingkungannya, dengan semua kelebihan dan kekurangan… sekitar 11 tahun beliau berjuang menghadapi penyakit diabetes dengan berbagai komplikasi yang terus menggerogoti fisik dan mentalnya. Akhirnya Sang Pencipta pada pagi 15 Januari 2016 memanggilnya pulang… dan kami harus merelakan dan siap menghadapi rancangan indah-Nya, karena rancangan-Nya adalah yang terbaik bagi siapapun.

Selamat jalan ayahku, beristirahatlah dalam damai disisi Tuhan Yesus Kristus sebagaimana imanmu selama engkau hidup, Amin.

UFO?? di langit Papua….

Hari Minggu yang cerah, 15 Februari 2015.. bis yang saya tumpangi mulai bergerak dari Shopping Center Tembagapura. Jam hampir menunjukkan pukul 7 pagi. Kami menuju MP 66 dan berhenti sebentar menunggu bus lainnya untuk turun ke Lowland dalam konvoi terkawal.

Setelah bus lainnya datang kami bergabung dan mulai meninggalkan MP 66, menuruni punggung pegunungan Jayawijaya menuju Timika. Bis yang saya tumpangi adalah bis yang digunakan untuk karyawan yang akan cuti sehingga tujuan bis tersebut adalah Bandar Udara Mozes Kilangin, Timika. Baca lebih lanjut

Mebel Jati dari Desa Bukir – Pasuruan…

Sebelumnya saya sempat menulis mengenai perjalanan ke Desa Bukir di Pasuruan, yang merupakan salah satu pusat kerajinan mebel jati… setelah berjalan-jalan akhirnya istri membeli beberapa kursi dan meja untuk digunaka di Kost Executive 2 kami. Berikut ini beberapa foto mebel tersebut….

Menurut saya mebel tersebut bagus, dengan pengerjaan yang lumayan halus… beberapa perbaikan harus dilakukan adalah kesimetrisan dari mebel tersebut, ada kursi yang tidak terlihat simetris antara bagian kiri/kanan (agak miring)… pengerjaan lumayan lama, kami harus beberapa kali menanyakan… harus lebih diperhatikan mengenai pemenuhan waktu yang telah disepakati.

Saat pengiriman, beberapa bagian kecil cuil.. kemungkinan cara penyusunan barang saat pengiriman… cacat kecil yang tidak kelihatan jika tidak dilihat secara detail. Secara keseluruhan bagus, namun tetap harus ada peningkatan service, pemenuhan janji, dan perbaikan penyusunan saat pengiriman barang..

Kami juga menggunakan mebel dari Jepara berupa tempat tidur disalah satu kamar, foto akan saya lampirkan menyusul… Semoga sukses selalu usaha mebel di Indonesia…

Sukses selalu…

Pengalaman Terbang Kembali Bersama Garuda Indonesia…

Setelah hampir sekitar 6 atau 7 tahun lalu terakhir kali menggunakan jasa penerbangan Garuda Indonesia, pada tanggal 31 Juli kembali saya mencoba menggunakan jasa Garuda. Hal ini saya lakukan dengan sengaja untuk mengetahui bagaimana layanan penerbangan maskapai plat merah… yang menurut pengalaman teman-teman yang telah menggunakan sudah banyak perubahan/perbaikan.

Akhirnya pada tanggal 6 Juli 2013 saya mulai pemesanan tiket online melalui website Garuda-Indonesia.com dari Makassar ke Surabaya… dan menjadi kenyataan semua telah berubah, sistem pemesanan tiket online semakin memudahkan pelanggan. Walaupun harga tiket Garuda yang saya dapatkan lebih mahal dari harga tiket pesawat carter yang digunakan oleh perusahaan tempat saya bekerja, saya tetap memutuskan menggunakan Garuda.
Baca lebih lanjut