Fort Rotterdam Makassar

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Salah satu lokasi yang dapat dikunjungi oleh wisatawan di Makassar adalah Benteng Ujung Pandang atau Fort Rotterdam sebagaimana dituliskan di plakat kecil terletak bagian atas gerbang depan benteng tersebut. Dari nama ini tersebut pengunjung pastinya langsung berpendapat benteng tersebut adalah peninggalan Kerajaan Belanda. Benar, benteng tersebut memang pernah digunakan oleh Belanda namun ternyata benteng tersebut dibangun dan digunakan oleh Kerajaan Gowa sebelum digunakan oleh penjajah Belanda.

Pada tanggal 19 Januari 2016 saya bersama keluarga kembali berkunjung ke benteng tersebut setelah sebelumnya terakhir kali berkunjung saat masih bersekolah di Makassar dalam kunjungan karya wisata SMAN 2 Makassar tempat saya bersekolah sekitar tahun 1988.

Bangunan didalam benteng masih terawat dengan baik jika dilihat sekilas dari luar, namun saat mengintip kedalam sepertinya ada beberapa ruangan yang digunakan sebagai tempat tinggal (semoga saya salah). Saya tidak masuk ke dalam gedung sebagaimana yang saya lakukan saat berkunjung terakhir kalinya, hanya berjalan-jalan menyusuri jalur jalan ditengah dan didinding benteng. Sepertinya ada beberapa bagian benteng yang rusak, karena setahu/seingat saya saat SMA bagian atas dinding dalam benteng terhubung satu sama lain dan dapat diputari. Namun saat akan melakukannya kembali ternyata ada bagian yang tidak dapat dilalui (sekali lagi semoga saya salah).

Saat berkunjung ternyata benteng tersebut juga digunakan sebagai area yang menarik digunakan dalam sesi fotografi karena terdapat beberapa model dan fotografer yang sedang melakukan sesi foto dan juga digunakan oleh sebuah group dancing dalam berlatih.

Dapat terlihat betapa kokoh dan pentingnya benteng tersebut saat itu dengan masih utuh dan tetap tersusunnya sebagian besar bebatuan dengan baik walaupun telah melalui, yang saya percaya, berbagai peperangan dan terpaan cuaca/iklim pantai.

Semoga pemerintahan daerah Makassar terus menjaga, meningkatkan fasilitas dan melestarikan benteng tersebut sebagai sarana kunjungan wisata dan edukasi bagi masyarakat Makassar, Indonesia, bahkan dunia.

Iklan

UFO?? di langit Papua….

Hari Minggu yang cerah, 15 Februari 2015.. bis yang saya tumpangi mulai bergerak dari Shopping Center Tembagapura. Jam hampir menunjukkan pukul 7 pagi. Kami menuju MP 66 dan berhenti sebentar menunggu bus lainnya untuk turun ke Lowland dalam konvoi terkawal.

Setelah bus lainnya datang kami bergabung dan mulai meninggalkan MP 66, menuruni punggung pegunungan Jayawijaya menuju Timika. Bis yang saya tumpangi adalah bis yang digunakan untuk karyawan yang akan cuti sehingga tujuan bis tersebut adalah Bandar Udara Mozes Kilangin, Timika. Baca lebih lanjut

Permainan Monopoli

Bertahun-tahun yang lalu seorang anak kecil sangat senang bermain Monopoli bersama teman-teman sebayanya yang berumur 10-11 tahun. Permainan diatas kertas karton besar, yang dibagi dalam kotak-kotak kecil berisi nama kota dan negara, dengan kartu “Kesempatan” dan “Dana Umum”, dadu, bentuk rumah-rumah kecil berwarna hijau dan merah bata, dan banyak uang kertas dengan nilai yang beragam… permainan dimulai dari “Start” melangkah mengitari kotak, melintasi kotak-kotak berisi nama kota/negera, melangkah sejauh angka dadu yang muncul… Baca lebih lanjut

Liburan 2014-2015 di Makassar

Ticket Studio 21, M-Tos MakassarSetelah tidak menulis sekian lama karena kesibukan dan ya mungkin kemalasan hehehe… akhirnya kembali menulis.

Sebelumnya saya ucapkan selamat Tahun Baru 2015 buat para pembaca walaupun agak terlambat, semoga kita semua semakin sukses dan bahagia di tahun 2015 ini dan terus dilindungi dan diberkati oleh Tuhan, amin.

Selama liburan Natal dan merayakan pergantian tahun saya berada di Makassar bersama keluarga, saya berada di Makassar mulai tanggal 20 Desember 2014 kemudian anak dan istri dari Surabaya bergabung 3 hari kemudian. Kami merayakan Natal dan Tahun bersama orang tua saya, sangat menyenangkan kembali merayakan Natal bersama orang tua. Kenangan masa kecil di kota kecil Tembagapura kembali melintas dalam pikiran dan perasaan… wow. Kota kecil yang dingin namun penuh keakraban dan kehangatan. Baca lebih lanjut

Mengunjungi sentra mebel jati, Desa Bukir – Pasuruan, Jawa Timur…

Pada 27 Maret 2014, kami sekeluarga jalan-jalan ke Pasuruan melihat mebel jati yang sekiranya cocok untuk digunakan kos-kosan kami. Perjalanan dimulai dari Surabaya melalui tol ke Gempol dan seterusnya menuju Pasuruan. Melewati kota Bangil, jalan-jalan menuju Bangil, kota sebelum Pasuruan, melewati jalan-jalan dipinggir hamparan sawah yang baru akan menguning… menakjubkan. Setelah itu melewati jalan yang dipenuhi oleh truck bermuatan berat sehingga banyak jalan yang bergelombang… sedang ada pembangunan jalan tol… Baca lebih lanjut

Jual Potensial Kost…

Internet adalah salah satu pusat informasi yang sangat bermanfaat, informasi bisa didapatkan dalam 24/7. Melalui internet kita dapat melihat peluang baru di lokasi baru. Hal ini yang terjadi pada saya. Setelah berselancar di dunia maya, akhirnya saya mendapatkan informasi yang sekiranya dapat menjadi usaha yang “mungkin” lebih menguntungkan… sayapun ingin mencoba usaha ini. Usaha ini bukanlah bentuk usaha baru karena sudah ada yang terjun kedalam bisnis ini walaupun belum terlalu banyak… usaha ini masih sejenis dengan usaha kos-kosan yang saya jalani.

Setelah berpikir bagaimana caranya agar dapat menjalankan usaha ini, akhirnya saya dan istri mengambil keputusan yang berat… kami harus rela melepaskan kost kami untuk mewujudkan rencana yang sekiranya lebih baik walaupun masih dalam bentuk rencana. Agak kontradiksi memang, dibanyak tulisan saya yang menganjurkan untuk tidak menjual properti yang dimiliki, saat ini saya malah berencana menjual properti saya yang sangat menghasilkan. Ya harus ada pengorbanan untuk yang lebih baik… klise bukan 😦

Setelah berpikir panjang, memang satu jalan inilah yang harus dijalani: menjual Kost Executive kami untuk bisa mewujudkan rencana lain yang menurut saya lebih prospek, harus yakin lebih bagus 🙂 Kost kami ini sangatlah berpotensial, dengan tingkat okupansi  tiap bulan hampir 100%, biasanya kosong saat musim libur,  mudik…  namun dalam saat-saat itu ternyata yang nyari kost harian juga banyak. Banyak yang transit di Surabaya yang mengisi kekosongan kost bulanan disaat libur ataupun mudik… disamping itu harga tanah di lokasi tersebut naik dengan cukup cepat… itulah gambarannya mengapa saya katakan sangat potensial.

Kami akan menjual Kost Executive kami di Jln. Sidosermo Indah VI no.8 Surabaya. Kost ini berpotensi mendapatkan penghasilan kotor sampai 200jt/thn, bahkan bisa lebih. Kami jual fully furnish… tinggal melanjutkan.

Potensi keuntungan lain adalah: Pemilik baru akan kami bantu dalam pemasaran (bukan kelola) kost ini dalam 6 bulan kedepan setelah transaksi, sehingga cukup waktu bagi pelanggan-pelanggan kost tersebut mengenal pemilik baru.

Uang hasil penjualan rencananya kami akan gunakan untuk mencoba usaha lain, di kota lain, dan propinsi yang berbeda, namun masih dalam bentuk usaha properti dengan potensi penghasilan yang lebih besar. Ini baru hitungan diatas kertas, semoga lebih baik kenyataannya hehehe, hope mode on 🙂

Jika pembaca tertarik dengan kost kami ini, silahkan menghubungi Ibu Nancy 0811-490-824… sukses selalu.

Pengalaman Terbang Kembali Bersama Garuda Indonesia…

Pada tanggal 31 Juli 2013, saya terbang menggunakan Garuda Indonesia. Saat check in sampai terbang semua berjalan dengan lancar. Jam boarding tepat 19.15 sesuai dengan yang tertera di boarding pass… dan pesawat mulai bergerak sesuai dengan jam keberangkatan 19.35… ternyata semua tepat waktu.

Saat check in saya meminta kursi dibagian dekat jendela, menurut petugas check in yang tersedia hanya tinggal sebelah jendela darurat no 14A untuk pesawat Boing 737/800… dan saya mengiyakan.  Ternyata hal tersebut menguntungkan bagi saya karena saat naik pesawat saya lihat jarak celah untuk kaki terlalu sempit untuk ukuran saya (tinggi saya sekitar 175cm), sementara celah untuk kaki pada deretan kursi di jendela darurat cukup lebar.

Selama penerbangan semua berjalan lancar, fasilitas yang disediakan seperti alat hiburan berfungsi dengan normal, hanya tombol untuk menyesuaikan kemiringan sandaran kursi yang tidak berfungsi… kemungkinan karena kursi yang saya tempati berada di area jendela darurat.  Masing-masing penumpang mendapat headset untuk menggunakan alat hiburan. Ketinggian sandaran kursi sangat pas sehingga dapat menopang kepala saya. Kebanyakan pesawat sandaran kursinya hanya sampai sebatas leher saya. Sehingga saya dapat tidur sambil mendengarkan musik dengan cukup nyaman.

Penjelasan mengenai penggunaan alat-alat keselamatan menggunakan monitor yang terdapat dibagian belakang sandaran kursi pada deretan di depan saya. Semuanya benar-benar diperhatikan secara detail, sehingga dapat menyenangkan penumpang… walaupun mungkin tidak bisa menyenangkan seluruh penumpang khususnya penumpang yang memiliki tinggi badan diatas rata-rata orang Indonesia karena jarak kursi dengan kursi di depannya yang masih terlalu dekat/rapat.

Semoga Garudah Indonesia dapat menjadi contoh bagi maskapai penerbangan Indonesia lainnya, khususnya dalam pemenuhan jadwal penerbangan. Banyak maskapai penerbangan yang masih melalaikan hal ini… khususnya penerbangan dengan biaya murah namun dengan sering terjadinya penundaan bahkan pembatalan penerbangan dengan berbagai alasan yang kemungkinan dibuat-buat, dan masih lemahnya pembelaan hak penumpang walaupun dirugikan sekalipun sudah diatur dalam peraturan.

Sukses selalu buat Garuda Indonesia, semoga dapat mempertahankan kinerjanya sehingga dapat menjadi maskapai penerbangan yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.

Jayalah Indonesia Raya!