1 Mei 2017…

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

24 Tahun silam, 16 April 1993 adalah awal bahagia saya memulai karya di PTFI… dengan harapan yang besar untuk memperoleh kehidupan yang semakin baik. Semua dapat saya lalui dengan penuh warna, baik senang dan sedih, bahagia dan kecewa… Terima kasih kepada Tuhan akan kekuatan, kesehatan, kemampuan, dan berkat lainnya yang begitu berlimpah selama itu, baik materi dan rohani.

Dan tibalah 1 Mei 2017, bertepatan Hari Buruh… saya mengakhiri masa-masa indah tersebut secara sukarela… setelah sebelumnya pada 8 April 2017 harus sudah meninggalkan Area Kerja. Sedih rasanya saat harus meninggalkan Tembagapura, kota tercinta tempat saya dibesarkan dan berkarya… sejak 1973 diberikan kesempatan yang indah oleh-Nya boleh tinggal bersama orang tua dan saudara-saudara di Tembagapura untuk bertumbuh sambil menghirup udara segar pegunungan, hujan lebat setiap hari, dinginnya udara yang menusuk tulang, bergaul dan berinteraksi bersama di Kota Indonesia Kecil, dimana teman-teman kecil saya berasal dari seluruh daerah di Indonesia…

Kesedihan terbesar saya adalah harus meninggalkan kota ini. Karena setiap pagi saat bangun dan sebelum memulai kerja saya selalu memandangani dan menikmati keindahkan kota dari depan pintu kamar dan mengenang masa-masa kecil saat bermain, berlarian, berjalan disepanjang “street”, sungai, lapang bola (sport hall), berpetualang di hutan-hutan yang mengelilingi Tembagapura bersama teman-teman kecil… air terjun 1 & 2, Gunung Botak, Banti (Kampung Waa Atas dan Bawah), pagi hari berjalan sampai ke terowongan, mendaki Bukit di atas Barak C, berenang di kolam sungai depan Barak F… Bermain sepeda meluncur dari Street ke Street… semua ini kegiatan setelah pulang sekolah di YPJ, dan banyak permainan-permainan anak-anak; trakadal, benteng, galasin, dampu, gambaran, kelerang, batu 7, bola gebok, engklek, lompat karet, dan berbagai kegiatan olah raga yang tersedia di Sport Hall… ooohh betapa indahnya… Semoga suatu hari kelak dapat kembali mengunjungi Tembagapura.

Dan juga sedih harus meninggalkan rekan kerja, sahabat, dan teman yang sudah begitu baik dan seperti keluarga sendiri selama bekerja di PTFI…

Kenangan indah ini tak akan lekang dimakan waktu, tetap terpatri indah dilubuk hatiku ini.

Terima kasih kepada PTFI yang telah memberikan pengalaman ini dan juga berkat berlimpah dalam keluarga kami… hal ini tidak terbantahkan dimulai oleh Orang Tua sampai anak-anak saya…

Berharap yang terbaik buat PTFI, teman-teman, serta karyawan yang masih memilih untuk tetap bertahan disana. Semoga terus diberkati oleh Tuhan dalam segala hal. Dan berharap pemerintah Indonesia tetap mempertahankan keberadaan Tembagapura. Jangan sampai menjadi kota mati, jangan sampai hanya dikenang sebagai “kota bekas tambang”.

Buat rekan-rekan yang mengambil PPHKS (Program Pemutusan Hubungan Kerja Sukarela) yang ditawarkan oleh perusahaan… sukses dan sehat selalu dalam petualangan dan mimpi hidup selanjutnya, sebagaimana dengan saya juga…

Saat ini saya harus melanjutkan hidup, memulai hal baru, melanjutkan yang telah dilakukan dan direncanakan… dan terpenting adalah dapat berkumpul bersama keluarga (Istri dan anak-anak) setiap hari… Terima kasih Tuhan Yesus untuk semua ini, sebagaimana doa-doaku.

Hidup adalah pilihan. Semoga hari-hari yang kita lalui selalu menjadi berkat… bagi kita dan lingkungan… dan memuliakan Allah Bapa, Amin.

Iklan

What a service by CIMB Clicks

Saya sering bertransaksi menggunakan CIMB Clicks, mungkin kali ini yang paling menyebalkan.

Pada tanggal 3 Mei 2016 saya mentransfer uang guna pembayaran KPR ke BRI menggunakan fasilitas CIMB Clicks sejumlah sekitar 16jt-an. Beberapa hari kemudian saya dihubungi oleh pemiliki rekening di BRI bahwa uang transferan belum masuk sehingga beliau dihubungi oleh petugas BRI bahwa pembayaran KPR kalau terlambat bisa didenda.

Kemudian tanggal 7 Mei 2016, saya menanyakan hal ini melalui fasilitas message di CIMB Clicks dan dijawab akan dicek harap menunggu maks 7 hari kerja dan jika memerlukan informasi lain silahkan menghubungi call center mereka. Baca lebih lanjut

Hati-Hati Membeli Rumah via Internet

Pengalaman menarik yang dialami istri, semoga menjadi pengingat agar lebih berhati-hati bagi pengunjung.

Istri saya browsing diinternet dan kemudian menemukan halaman disalah satu website iklan yang banyak dikunjungi peselancar web, menemukan iklan properti dengan harga yang sangat jauh dibawah harga sebenarnya disalah satu kompleks perumahan CG yang berkelas di Sidoarjo. Kemudian istri menghubungi no hp yang tertera di iklan tersebut:

Istri: Halo Pak xxx, saya lihat iklan anda di website xxx mengenai penjualan rumah di perumahan CG dengan harga Rp 398jt.

Marketing: Iya, ini bulan promo dan hari ini terakhir sampai jam 12 siang.

Istri: Loh kok cepat sekali, iklan kan baru dipasang. Baca lebih lanjut

Terbang Bersama Citilink…

 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Setelah menghadiri pemakaman ayah saya di Makassar, pada 23 Januari 2016 sekitar jam 2 siang, saya, istri bersama anak kembali ke Surabaya. Untuk itu saya memutuskan untuk menggunakan Citilink (pesawat hijau) yang merupakan anak perusahaan Garuda Indonesia (pesawat biru) untuk penerbangan dengan biaya terjangkau. Saya telah menggunakan Citilink dalam beberapa kesempatan untuk penerbangan pendek Surabaya – Makassar vv dan sejauh ini tidak pernah bermasalah walaupun mengalami beberapa kali penundaan dalam rentang waktu 30 – 1 jam.

Sebagai jasa penerbangan berbiaya terjangkau dengan rute pendek, Citilink, menurut saya sudah bagus versus jasa penerbangan sekelas dalam hal harga – ketepatan waktu –  pelayanan petugas darat dan udara, dan pesawatnya sendiri, walaupun dibandingkan dengan Garuda Indonesia masih terasa tertinggal jauh J… ada idiom di Indonesia, “Bayar murah kok pengen enak” hehehe… sangat melecehkan memang… tapi jika murah dengan pelayanan bagus kenapa tidak…

Selama penerbangan, pesawat akan cukup terguncang saat masuk dalam cuaca yang berawan, penumpang tidak diberikan makanan atau minuman ringan, yang ada adalah dipesawat disediakan makanan/minuman yang dijual.

Satu hal yang saya perhatikan adalah, saat mendarat ternyata pesawat mendarat sangat halus dan mulus… wow… apakah ini karena pesawat yang baru atau karena keahlian sang Pilot (saya berharap keduanya).

Saat kembali dari Surabaya ke Makassar saya kembali menggunakan Citilink pagi hari, tanggal 4 Feb 2016, jam 7.45 dari Surabaya… kali ini pesawat tepat waktu dan mendarat mulus di Makassar…

Semoga Citilink mempertahankan pelayanannya, dan berharap malah semakin ditingkatkan… ya sebotol air putih kemasan 600ml sudah cukup hehehe….

Fort Rotterdam Makassar

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Salah satu lokasi yang dapat dikunjungi oleh wisatawan di Makassar adalah Benteng Ujung Pandang atau Fort Rotterdam sebagaimana dituliskan di plakat kecil terletak bagian atas gerbang depan benteng tersebut. Dari nama ini tersebut pengunjung pastinya langsung berpendapat benteng tersebut adalah peninggalan Kerajaan Belanda. Benar, benteng tersebut memang pernah digunakan oleh Belanda namun ternyata benteng tersebut dibangun dan digunakan oleh Kerajaan Gowa sebelum digunakan oleh penjajah Belanda.

Pada tanggal 19 Januari 2016 saya bersama keluarga kembali berkunjung ke benteng tersebut setelah sebelumnya terakhir kali berkunjung saat masih bersekolah di Makassar dalam kunjungan karya wisata SMAN 2 Makassar tempat saya bersekolah sekitar tahun 1988.

Bangunan didalam benteng masih terawat dengan baik jika dilihat sekilas dari luar, namun saat mengintip kedalam sepertinya ada beberapa ruangan yang digunakan sebagai tempat tinggal (semoga saya salah). Saya tidak masuk ke dalam gedung sebagaimana yang saya lakukan saat berkunjung terakhir kalinya, hanya berjalan-jalan menyusuri jalur jalan ditengah dan didinding benteng. Sepertinya ada beberapa bagian benteng yang rusak, karena setahu/seingat saya saat SMA bagian atas dinding dalam benteng terhubung satu sama lain dan dapat diputari. Namun saat akan melakukannya kembali ternyata ada bagian yang tidak dapat dilalui (sekali lagi semoga saya salah).

Saat berkunjung ternyata benteng tersebut juga digunakan sebagai area yang menarik digunakan dalam sesi fotografi karena terdapat beberapa model dan fotografer yang sedang melakukan sesi foto dan juga digunakan oleh sebuah group dancing dalam berlatih.

Dapat terlihat betapa kokoh dan pentingnya benteng tersebut saat itu dengan masih utuh dan tetap tersusunnya sebagian besar bebatuan dengan baik walaupun telah melalui, yang saya percaya, berbagai peperangan dan terpaan cuaca/iklim pantai.

Semoga pemerintahan daerah Makassar terus menjaga, meningkatkan fasilitas dan melestarikan benteng tersebut sebagai sarana kunjungan wisata dan edukasi bagi masyarakat Makassar, Indonesia, bahkan dunia.

UFO?? di langit Papua….

Hari Minggu yang cerah, 15 Februari 2015.. bis yang saya tumpangi mulai bergerak dari Shopping Center Tembagapura. Jam hampir menunjukkan pukul 7 pagi. Kami menuju MP 66 dan berhenti sebentar menunggu bus lainnya untuk turun ke Lowland dalam konvoi terkawal.

Setelah bus lainnya datang kami bergabung dan mulai meninggalkan MP 66, menuruni punggung pegunungan Jayawijaya menuju Timika. Bis yang saya tumpangi adalah bis yang digunakan untuk karyawan yang akan cuti sehingga tujuan bis tersebut adalah Bandar Udara Mozes Kilangin, Timika. Baca lebih lanjut

Permainan Monopoli

Bertahun-tahun yang lalu seorang anak kecil sangat senang bermain Monopoli bersama teman-teman sebayanya yang berumur 10-11 tahun. Permainan diatas kertas karton besar, yang dibagi dalam kotak-kotak kecil berisi nama kota dan negara, dengan kartu “Kesempatan” dan “Dana Umum”, dadu, bentuk rumah-rumah kecil berwarna hijau dan merah bata, dan banyak uang kertas dengan nilai yang beragam… permainan dimulai dari “Start” melangkah mengitari kotak, melintasi kotak-kotak berisi nama kota/negera, melangkah sejauh angka dadu yang muncul… Baca lebih lanjut