Hati-Hati Membeli Rumah via Internet

Pengalaman menarik yang dialami istri, semoga menjadi pengingat agar lebih berhati-hati bagi pengunjung.

Istri saya browsing diinternet dan kemudian menemukan halaman disalah satu website iklan yang banyak dikunjungi peselancar web, menemukan iklan properti dengan harga yang sangat jauh dibawah harga sebenarnya disalah satu kompleks perumahan CG yang berkelas di Sidoarjo. Kemudian istri menghubungi no hp yang tertera di iklan tersebut:

Istri: Halo Pak xxx, saya lihat iklan anda di website xxx mengenai penjualan rumah di perumahan CG dengan harga Rp 398jt.

Marketing: Iya, ini bulan promo dan hari ini terakhir sampai jam 12 siang.

Istri: Loh kok cepat sekali, iklan kan baru dipasang.

Marketing:  Itu sudah 3 minggu yang lalu dan hari ini terakhir jam 12 siang ini, kalau ibu jadi beli silahkan segera transfer  uang tanda jadi 1,5jt ke rekening boss saya di Jakarta agar ibu masih bisa mendapatkan harga promosi. Saya saat ini masih di CH (salah satu komplek perumahan dalam group yang sama yang berlokasi di Taman Tropodo), jika ibu berminat segera lihat lokasi.

Istri mulai curiga karena dan untuk memastikan istri segera menuju komplek perumahan mewah di Sidoarjo tersebut.  Setelah sampai istri kembali menghubungi no tersebut.

Istri: Pak xxx, saya sudah tiba di perumahan CG, bapak sekarang dimana?

Marketing: Bu, saya masih di CH silahkan ibu lihat rumah yang cocok di cluster Axxx setelah itu beritahu saya dan saya cek di komputer.

Istri: Pak, saya sudah lihat rumahnya. Rumah bagus dan saya tertarik beli, kapan kita ketemuan.

Marketing: Ibu, silahkan transfer uang tanda jadi karena sudah hampir jam 12 siang ke rekening bos saya Pak Rudi di Jakarta.

Istri: Ah bapak yang benar saja, masak beli rumah tidak ketemu sama marketing terlebih dahulu langsung kirim uang tanda jadi. Terus ini bagaimana?

Marketing: Loh ibu jangan-jangan hanya pura-pura saja ya?

Istri: Pak, kalau begitu saya ke kantor marketing saja… dimana kantor marketingnya?

Marketing: Disitukan ada kantor marketingnya, coba ibu cari.

Istri: Ah bapak ini bagaimana, masak marketing tidak tahu kantor marketing dimana? Bapak ini bohong-bohong kan. (istri menutup telpon)

Kemudian istri saya menanyakan ke satpam setempat lokasi kantor marketing, namun tidak lama kemudian bapak marketing tadi kembali menelpon.

Marketing: Ibu, bagaimana jadi beli rumah tidak. Kalau jadi ini saya berikan no rekening boss saya agar bisa segera mengirim uang tanda jadi.

Istri: Ah bapak ini bohong-bohong, saya ke kantor marketing saja.

Marketing tersebut masih terus berbicara dengan nada tingggi mengatakan istri saya hanya berpura-pura menelpon tapi tidak jadi membeli, kemudian telpon ditutup oleh istri dan segera menuju kantor marketing.

Dikantor merketing istri saya menjelaskan kejadian yang dialami, dan oleh petugas marketing diberitahukan bahwa hal itu sudah beberapa kali terjadi. Dan pernah oleh marketing CG (marketing asli) orang tersebut ditelpon dan juga terjadi hal yang sama.

Sang marketing palsu dengan sengaja memunculkan unsur ketergesahan, sehingga dapat memanipulasi logika sadar kita agar segera membeli karena harga miring (untung besar) dalam jangka waktu yang singkat. Hal ini banyak terjadi dalam bidang jual-menjual sebagai trik marketing yang memanfaatkan sifat dasar manusia pada umumnya yang ingin mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat, sehingga logika sadar kita bisa dikalahkan dengan insting mendapatkan untung besar dengan diberikan batas waktu yang singkat.

Hal ini menurut saya jika terus diterapkan, dapat menciptakan manusia yang tidak peduli atas sesama karena bisa mempengaruhi alam bawah sadar seseorang dengan berpikiran “kalau saya bisa untung besar kenapa tidak”… pada akhirnya menciptakan budaya “sukses instant” dalam masyarakat kita (ini hanya pendapat pribadi)…

Semoga cerita pengalaman ini berguna buat pembaca… selalu berhati-hati, jangan termakan iklan, selalu cari tahu sebelum mengambil keputusan… sukses selalu!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s