Permainan Monopoli

Bertahun-tahun yang lalu seorang anak kecil sangat senang bermain Monopoli bersama teman-teman sebayanya yang berumur 10-11 tahun. Permainan diatas kertas karton besar, yang dibagi dalam kotak-kotak kecil berisi nama kota dan negara, dengan kartu “Kesempatan” dan “Dana Umum”, dadu, bentuk rumah-rumah kecil berwarna hijau dan merah bata, dan banyak uang kertas dengan nilai yang beragam… permainan dimulai dari “Start” melangkah mengitari kotak, melintasi kotak-kotak berisi nama kota/negera, melangkah sejauh angka dadu yang muncul…

Setelah berputar sekali dan kembali ke “Start”, kemudian di kotak kota/negera manapun pion kita berhenti, kita dapat membeli kotak tersebut dan kemudian membeli rumah/hotel di kotak tersebut. Jika teman main berhenti di kotak dimana rumah/hotel kita berada maka mereka dianggap menyewa rumah/hotel milik kita, sehingga mereka harus membayar sewa yang telah ditentukan, semakin banyak rumah yang kita miliki dilokasi tersebut semakin banyak uang sewa yang didapat… tiap kota/negera memiliki nilai sewa yang berbeda bergantung besar dan majunya kota/negera tersebut.

Saat itu, permainan itu hanyalah permainan sekelompok anak kecil… hingga bertahun-tahun kemudian hal itu menjadi kenyataan, dan pikiran saya kembali menerawang apakah permainan ini berpengaruh terhadap diri saya? Terhadap pola pikir saya?… apakah permainan ini telah tertanam dalam alam pikir bawah sadar saya… saya sendiri tidak tahu.

Pikiran tersebut muncul saat saya bermain Monopoli bersama anak-anak saya, terlintas kembali saat saya kecil bertengkar dengan teman mengenai harga sewa, peraturan permainan dan lainnya… hal tersebut terjadi sama persis yang dilakukan oleh anak-anak saya… saya hanya bisa tersenyum saat itu… memori yang sangat indah.

Saat ini saya bersama istri mengelola rumah kost di Surabaya, apakah permainan Monopoli bagian dari ini? atau hanya suatu kebetulan?? Saya sendiri tidak tahu, namun mungkin juga iya….

Tanpa disadari permainan Monopoli telah mengajarkan,”bagaimana menggunakan/ mengatur uang yang dimiliki”, “semakin strategis lokasi semakin mahal harga tanahnya” dan juga “semakin banyak rumah/hotel diatas lokasi tersebut, semakin banyak harga sewa yang didapatkan”… Monopoli juga mengajarkan, “bahwa kita dapat meminjam uang dari bank dengan cara menjual properti yang kita miliki… Bank adalah salah satu sumber dana yang dapat digunakan selain dana yang kita miliki”. Ajaran yang lainnya “Properti adalah investasi yang pastinya menguntungkan” hehehe….

Banyak hal yang diajarkan oleh permainan Monopoli, yang tanpa disadari hal ini dapat membentuk pola pikir pemainnya (mungkin ya ???). Kesimpulannya, apa saja yang pernah kita mainkan saat kecil bisa jadi hal tersebut akan membentuk kita dimasa yang akan datang… namun hal yang terpenting adalah lingkungan/sekitar yang kita pilih dalam hidup, yang paling membentuk diri kita nantinya….

Anak-anak saya sangat senang memainkan permainan ini, saya dan istri tidak pernah memberitahu atau menganjurkan permainan ini… saya sendiri kaget saat diajak main karena mereka masih kecil-kecil kenapa sudah suka dengan permainan ini… Apakah ini pengaruh karena mereka sering diajak oleh mama/kakek/neneknya ke rumah kost dan bank? Saya juga tidak tahu….

Hanya pendapat pribadi, semoga berkenan… Sukses selalu!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s