Dampak Fenomena Mudik terhadap Usaha Kost…

Tampak Depan

Setelah menjalankan usaha kos selama 5 tahun, ternyata fenomena mudik dapat menguntungkan pengusaha kos-kosan yang serius mengelola rumah kos-nya.

Mengapa begitu? Berikut ini alasannya berdasarkan pengalaman yang kami alami, sehingga dapat kami share…

  • Saat mudik banyak penghuni kos pulang ke daerah asalnya, sehingga rumah kos banyak yang kosong. Begitu juga dengan kos-kosan kami. Nah saat itulah waktu tepat digunakan untuk melaksanakan, pengecekan, perawatan, bahkan perbaikan bangunan kos, sehingga bangunan tetap prima dan siap huni. Kendala utama saat itu adalah ketersediaan tukang, jadi harus mencari tukang sebulan atau lebih sebelumnya. Pada tahun 2013, kos kami tetap ada penghuninya sehingga perawatan dan perbaikan tidak dapat dilakukan, kecuali perbaikan darurat.
  • Saat mudik dapat digunakan oleh penghuni kos sebagai alasan untuk mencari suasana, lokasi, atau bangunan yang lebih layak untuk dijadikan tempat kos baru. Penghuni kos terkadang merasa bosan, atau merasa tidak diperhatikan oleh pengelola kos namun segan memberitahu apalagi kalau sudah lama indekos. Pengelola kadang merasa tidak ada keluhan sehingga membiarkan fasilitas kosnya sebagaimana adanya, padahal mungkin ada fasilitas yang harus dirawat/diganti.
  • Disaat mudik pengelola dapat menambah fasilitas baru yang membuat penghuni semakin nyaman dan betah untuk tetap tinggal/menghuni kos sehingga aliran pendapatan tetap berjalan lancar 🙂

Melakukan perawatan/perbaikan terdakang membutuhkan waktu dan dana yang tidak sedikit, saat mudik itulah pengelola kos dapat mengecek kondisi bangunannya sehingga jadwal pemeliharaan, penambahan fasilitas baru, dan pengadaan dana dapat diperhitungkan jika memerlukan waktu dan dana yang lumayan banyak, tanpa mengganggu penghuni kos.

Disamping perawatan; pada saat arus balik, usaha kost harian di kota besar, seperti Surabaya, akan mendapatkan income dengan banyaknya pemudik yang belum mendapatkan tiket, khususnya pemudik yang harus balik antar pulau atau yang menggunakan pesawat terbang. Karena pemudik harus menuju kota besar yang memiliki pelabuhan laut dan pelabuhan udara, sementara menunggu mendapatkan tiket mereka membutuhkan tempat untuk menginap. Jika tidak memiliki sanak keluarga di kota besar tersebut atau hotel juga pada penuh, alternatif lain adalah kos harian.

Semoga berguna dan sukses selalu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s