Fenomena kos di Surabaya…

Pada tanggal 10 Juni 2013 kami diwawancarai oleh koran Surya Surabaya (surya.co.id) mengenai usaha kos-kosan eksklusif di Surabaya yang kemudian diterbitkan pada tanggal 13 & 14 Juni 2013. Menurut penjelasan sang wartawan, koran tersebut sedang mencari liputan khusus yang biasa ditampilkan pada hari-hari tertentu dalam koran tersebut.

Pada tanggal 13 Juni 2013 terbitlah koran tersebut dengan headline yang cukup provokatif “Terancam Pailit karena Kos Elite”  menggunakan huruf hitam besar dengan latar belakang, setengah halaman depan, foto istri sedang merapihkan tempat tidur disalah satu kamar kos kami.

Tulisan koran Surya pada tanggal tersebut disebutkan “Banyak hotel berbiaya murah (low budget) terancam gulung tikar. Keberadaan hotel bersegmen masyarakat kelas menengah ke bawah itu kian tergerus oleh fenomena menjamurnya indekos elite sewa harian” (Harian Pagi Surya, 13 Juni 2013).

Melalui tulisan Koran Surya yang saya kutip diatas, saya baru mengetahui hal ini dan cukup kaget juga dengan fenomena ini. Seri tulisan dalam koran Surya, 13-14 Juni 2013, sangat bermanfaat bagi saya dalam mengetahui perkembangan yang terjadi sehubungan dengan usaha yang saya lakukan dan imbasnya kepada usaha yang lain Surabaya.

Kamar kos kami memiliki Visi: “Menyediakan kamar kos yang nyaman dan tenang bagi para karyawan yang sedang berada di Surabaya”. Melalui visi tersebut tercetuslah Misi yang kemudian kami tuangkan dalam lokasi kos, desain kos, desain kamar, target market, fasilitas kos, dan cara pengelolaan kos kami. Kami berusaha menyediakan hunian senyaman dan setenang mungkin, karena nyaman dan tenang bagi tiap orang bisa ditafsirkan berbeda.

Misi tersebut terus berkembang sesuai perkembangan jaman dan permintaan dari para pengguna jasa kos kami yang sebagian besar adalah para karyawan yang bertugas tetap ataupun sementara di Surabaya. Salah satu yang kemudian menjadi tren adalah “kos harian” dan “kos mingguan”, hal ini sesuai dengan permintaan dari pelanggan kami dimana tren kos tersebut sebelumnya tidak terpikirkan oleh kami. Dalam benak kami yang namanya kos adalah “kos bulanan” sehingga kami menyediakan fasilitas untuk kos bulanan. Sejak pertama buka, yang menyewa sudah menanyakan “apakah dapat disewa mingguan?”. Kamipun awalnya kelabakan dalam menentukan tarif, namun seiring waktu dengan menghitung untung rugi akhirnya didapatkan tarif yang kami anggap cocok untuk “kos harian” maupun “kos mingguan”.

Fasilitas pada Kos untuk karyawan yang kami kelola adalah berdasarkan pengalaman saya sebagai karyawan disebuah perusahaan. Dimana fasilitas yang saya dapatkan dikamar yang saya tempati saya rasa cukup nyaman sebagai seorang karyawan di perusahaan tersebut. Standar yang saya dapatkan tersebut kemudian saya terapkan juga di kos kami. Disamping itu juga berdasarkan pengalaman saya saat menginap diberbagai hotel low budget, homestay, sampai hotel bintang lima di Indonesia.

Berbicara mengenai standar hunian, menurut saya sebenarnya sedikit banyak terbentuk dari pengalaman masa kecil. Flashback sedikit, Bapak saya adalah pensiunan dari sebuah perusahaan asing dengan standar hunian rumah yang sangat-sangat nyaman… menurut saya jauh diatas rata-rata rumah dinas karyawan swasta di Indonesia yang pernah saya lihat. Karena standar rumah tersebut adalah sama dengan standar rumah yang diberikan juga kepada karyawan expatriat dari Amerika maupun Eropa yang berkerja diperusahaan yang sama (bergantung level dan jabatan).

Kembali ke kos, sesuai visi kos kami maka kami menyediakan fasilitas kos yang membuat pelanggan kos kami merasa nyaman dan tenang di kos tersebut. Apakah fasilitas tersebut dikatakan eksklusif bergantung dari yang menilai berdasarkan pengalaman dan standar yang diinginkan oleh tiap pelanggan. “Eksklusif” dari segi harga kos yang kami berikan sudah pantas karena sudah disesuaikan dengan fasilitas dan lokasi dari kos tersebut. Fasilitas tersebut adalah fasilitas di dalam sebuah kamar sebagai hunian yang nyaman ditambah layanan kebersihan dan cuci strika dan berada di lokasi yang tenang dan strategis.

Masalah laku atau tidak kos yang kami kelola bergantung dari marketing yang kami lakukan, marketing bukan hanya promosi diberbagai media namun lebih dari itu marketing adalah seluruh bentuk pelayanan terbaik yang seharusnya kami diberikan. Banyak pelanggan kami balik lagi saat berada di Surabaya, bahkan merekomendasikan kepada teman maupun keluarganya.

Kami menyertakan kata “baik-baik” dalam tiap promosi yang kami lakukan karena kami ingin dan berusaha semampu kami agar kos tersebut dihuni oleh orang baik-baik dari segala sisi. Usaha kos yang kami jalankan tentu ingin mendapatkan keuntungan, namun harus juga kami imbangi/sesuaikan dengan semua fasilitas yang harus kami berikan/sediakan kepada pelanggan. Fasilitas yang kami berikan dapat dibaca melalui link kostexecutive.wordpress.com

Semoga usaha kos yang kami lakukan dapat menjadi inspirasi bagi orang lain dalam berusaha meningkatkan taraf hidupnya dan dalam meningkatkan standar hunian yang layak bagi kebanyakan orang disekitarnya.

Kami berbuat yang terbaik dalam berusaha dengan memberikan pelayanan yang terbaik yang dapat kami berikan, yang utama dari semua itu adalah menyerahkan segala usaha kami kepada Sang Pemberi Berkat yaitu Allah Bapa di Sorga.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s