Berani Berhutang!

Sangatlah menyenangkan saat kita memerlukan sesuatu, pada saat itu juga langsung dapat memilikinya. Sebaliknya sangatlah tidak beruntung, saat memerlukan sesuatu namun semua itu haruslah menjadi impian walau telah berusaha dengan keras untuk mendapatkannya 😦

Begitu juga dalam hal pemilikan properti (tanah, rumah, apartemen, ruko, dll…). Jangankan memiliki, bermimpi saja sudah tidak berani karena kenaikan harga properti dari tahun ke tahun melebihi kecepatan peningkatan penghasilan sebagaian besar rakyat di Indonesia tercinta ini. Jikalau terus mengandalkan dari hasil mengumpulkan penghasilan untuk membeli properti maka sampai kapanpun tidak akan memiliki rumah atau tanah dsb, kecuali kalau tiba-tiba menang lotre atau dapat bonus besar dari tempat bekerja, atau yang lebih mantap lagi kalau dapat jodoh anak seorang milioner hehehe… tapi yang begini jarang banget terjadi…

Terus bagaimana dong????

Tidak ada jalan lain, ya harus berani ngutang.

Banyak caranya mendapatkan dana pinjaman alias hutang: bisa dari keluarga, teman, perusahaan tempat bekerja, dan yang paling memungkinkan adalah melalui sumber dana yang sangat besar yaitu Bank. Beberapa jenis kredit untuk kepemilikan properti tersedia di bank seperti KPR (Kredit Pemilikan Rumah), KPA (Kredit Pemilikan Apartemen) atau KPT (Kredit Pemilikan Tanah). Tinggal disesuaikan dengan jenis properti yang ingin dimiliki.

Banyak orang sangat takut berhutang karena tidak ingin terus memikirkan pembayar cicilan bulanan. Orang-orang tersebut selalu berkata, “Hidup ini sudah penuh perjuangan masak harus ditambah lagi dengan harus memikirkan cicilan tiap bulan… ya nggak lah yau…”. Pernyataan itu benar adanya…

Menurut saya terdapat 2 jenis hutang, Hutang Baik dan Hutang Tidak Baik.

Hutang Tidak Baik.
Saya mulai dengan Hutang Tidak Baik. Saya katakan Tidak Baik karena berhutang adalah salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan hidup, berarti berhutang adalah baik, namun dikatakan Hutang Tidak Baik saat hutang tersebut menjadi sumber malapetaka dalam kehidupan. Hutang menjadi sumber malapetaka ketika kemampuan membayar cicilan (membayar hutang) kemudian memberatkan arus keuangan kita. Dan kebutuhan yang dipenuhi dengan cara berhutang tersebut tidak dapat membantu/meringankan dalam hal menutupi cicilan atau keseluruhan hutang.

Contohnya: pemenuhan kebutuhan akan barang konsumsi, dimana nilai barang tersebut akan menurun seiring waktu dan pemakaian seperti: mobil, handphone, TV, Kulkas dll. Biasanya hal ini berhubungan dengan kebutuhan yang sumbernya dapat diperbaharui.

Hutang Baik.
Hutang Baik adalah dimana kebutuhan kita terpenuhi oleh hutang tersebut dan hutang tersebut tidak menggangu arus keuangan kita. Kalaupun mengganggu, kebutuhan yang kita penuhi dapat membantu menutupi hutang tersebut. Kebutuhan tersebut adalah kebutuhan yang nilainya terus meningkat seiring waktu dan pemakaian seperti: properti, emas, surat berharga (saham, deposito, obligasi, dll). Biasanya kebutuhan tersebut berhubungan dengan sumber yang tidak dapat diperbaharui.

Berarti berhutang untuk membeli properti dapat menjadi Hutang Baik karena unsur dasar properti tersebut adalah tanah yang tidak dapat diperbaharui. Kita tidak dapat menambah luasan tanah di muka bumi ini… sehingga kemungkinan nilai tanah akan terus meningkat dari tahun ke tahun sangatlah besar.

Maka saran saya, janganlah menunggu sampai uang terkumpul untuk membeli properti!
Beranikan diri untuk berhutang karena nilai properti akan terus naik… jika kelak arus keuangan terganggu karena hutang ini, properti tersebut dapat dijual dengan harga yang lebih tinggi sehingga masih terdapat keuntungan walaupun sebagian besar hasil penjualan digunakan untuk melunasi hutang pembelian properti tersebut. Atau, sekalipun hal terburuk yang terjadi… properti disita oleh bank… bank akan berusaha menjual properti tersebut sesuai harga pasar saat itu… atau dengan harga yang sama saat perjanjian. Hasil penjualan digunakan untuk melunasi hutang… habis perkara hehehe…

Namun sebelum menyita, bank akan berusaha menolong untuk mencari jalan keluar yang terbaik. Karena akan menyita biaya dan waktu bank yang tidak sedikit untuk melelang properti yang disita, beban lagi buat bank.

Berhutang dalam membeli properti dapat juga menjadi Hutang Tidak Baik, jika tanah yang dibeli berada di lokasi yang tidak tepat… namun kemungkinannya kecil.

Berhutang dalam membeli mobilpun dapat menjadi sumber Hutang Baik… hal ini pernah dialami oleh mertua saya saat menjual mobilnya tahun 2009, kok bisa ya…. Ceritanya begini:

Pertengah tahun 2007 mertua membeli mobil Avanza yang pada saat itu, kalau tidak salah, harganya sekitar 120-an jt secara kredit. Kemudian di tahun 2009 harga mobil Avanza naik sampai 150-an juta… kenaikan tersebut ternyata juga mendongkrak harga mobil Avanza bekas 2007… singkat cerita saat menjual mobilnya, mertua mendapatkan harga yang sedikit lebih tinggi dari harga saat membeli. Sisa hutang ditutupi dan masih mendapatkan kelebihan. Nah itulah yang disebutkan Hutang Baik hehehe… tapi ini sangat jarang terjadi.

Ayo berani berhutang… 🙂

Properti yang kita miliki (rumah, ruko, apartemen) dari hasil kredit di bank dapat digunakan untuk mendapatkan dana tambahan, silahkan baca Mendapatkan Dana Tambahan melalui Properti dalam status KPR.

Iklan

12 respons untuk ‘Berani Berhutang!

  1. Salam kenal pak enos,
    Sy sudah add bpk di YM semoga bisa di ijinkan, mo share pengalaman rumah kosnya. Kl ditulis ky gni agak lama komunikasi nya tp gpp sekilas sy ingin bercerita semoga dapat masukan dri pak enos.

    Kondisi sy sbb : Sy PNS dgn penghasilan 6.8jt/bln memiliki kios dan konter yang tersewa 4jt/bln. Penghasilan lain sy memiliki depot air kira2 penghasilan bersihnya 1.8jt lah.

    Expense saya: Kpr rumah yg saya tempati 600rb/bln dan rumah yg baru sy ambil melalui KPR BRI 2.6jt/bln

    Saat ini sy memiliki tanah kosong seluas 738m dgn lokasi sgt dekat dgn kampus, harga pasaran kost disini sekitar 350rb/bln. Menurut tukang langganan saya dengan tanah segitu bs membangung lebig dari 30 kamar jika ditata dgn baik

    Permaslahannya: Ini yang ingin sy share dgn pak Enos sy tidak memiliki sumber dana lain, sy tertarik membaca prog KPR untuk membangun dgn tanah kosong di tread bpk. Bisa kasih maukan pak apakah penghasilan sy masih layak untuk dpt KPR membangun rumah kost tsb, dan seandainya tidak bisa kira2 solusi apa nih yang bs sy tempuh agar kos2an nya bs terbangun.

    Saat ini pilihan yg sy punya hanya menjual tanah tersebut, uangnya ntr buat cari tanah plus membangu kost tp menurut sy itu pilihan terakhir, barangkali pak enos punya kritik dan saran positif buat saya.

    Email dan Ym saya Falen_drawara@yahoo.com

    • Pak Falen,
      Kita lihat hitung-hitungan dulu (perkiraan)
      Total penghasilan bapak: 6,8+4+1,8 = 12,6jt
      Batas cicilan bapak /bln: 30%x12,6=3.78jt/bln
      Cicilan kredit bapak saat ini: 0,6+2,6=3,2jt/bln
      Berarti masih ada 3.78 – 3.2 = 0.58jt/bln

      Menurut hitungan diatas kredit yang masih bisa didpatkan oleh Bapak sangatlah kecil.
      Bapak harus bisa menyakinkan bank dengan membuat gambaran potensi penghasilan yang akan didapatkan dari rumah kost tersebut, sbb (ini hanya contoh): 30 x 350rb = 10,5jt (ini belum dikurangi biaya-biaya spt: listrik, air, penjaga, dll).

      Tugas Bapak sekarang adalah membuat RAB untuk rumah kost tersebut agar didapatkan berapa total biaya pembangunan, kemudian cari bank yang mau bekerja sama dengan membuat proposal yang menggambarkan potensi penghasilan dari rumah kost. Ajukan aplikasi KPR ke banyak bank.. jangan hanya satu bank, karena ada bank yang mau memberikan kredit sampai 40% penghasilan untuk cicilan/bln.

      Kalau tidak dapat dana penuh, bisa dibangun scr bertahap. Awalnya diselesaikan 15-20 kamar, setelah menghasilkan kemudian dilanjutkan lagi sisa 10 kamar… atau bisa 3 tahap, tiap tahap 10 kamar… bisa dikonsultasikan dengan sang arsitek/kontraktor mengenai hal ini.

      Saran saya jangan jual tanah tersebut kalo tidak kepepet karena sangat potensial dekat kampus. Kalau memang kepepet coba dijual/ditawarkan setengahnya atau sepertiganya dari tanah tersebut dan lihat berapa uang yang akan didapatkan. Jika hasilnya cukup untuk 30kamar, mendingan dijual setengah/sepertiga.

      Atau bisa juga untuk sementara ini di tanah tsb dibuatkan kios-kios (jangan permanen) kecil dan disewakan untuk orang-orang yang mau usaha bagi keperluan mahasiswa spt: photocopy, warung, laundry kiloan, dll.

      Semoga berkenan.

      • maksih pak responnya, untuk area komersil itu sudah sy fikirkan, niatnya sy ingin membangun sekitar 6 kios dibagian depan tanah sy karna langsung dipinggir jalan gang dan sisa nya baru dibangun kamar kos.

        Kl pembangunan bertahap saya setuju aja pak tp kl dilihat sisa penghasilan 0.58jt/bln kemungkinan hanya bbrp juta rupiah dan itu tidak mungkin untuk membangun rumah kos.

        Saran untuk tidak dijual sangat dipertimbangkan nih pak tp sy jg butuh terobosan untuk tanah tsb, sayang juga kl tanah deket kampus tp ‘dianggurin’. Pertimbangan saya kl tanah itu bs terbangun selain jd income tambahan kl pun tidak minimal nilai tanahnya naik karena ada bangunan.

        oh ya pak, share pengalaman. waktu pak enos membangun kost apakah status creditnya “0” alias ga ada hutang di bank? atau emg kapasitas pak enos msh dianggap mampu oleh bank untuk dpt kpn membangun kos?, mksih pak quick responnya

      • Waktu saya bangun juga bertahap karena kapasitas saya belum mencukupi untuk langsung bangun semuanya, kredit saya dari “0”. Ada jedah sekitar 6 bulan setelah itu dibangun lagi sehingga semuanya selesai 100%… saya juga memberitahukan bank potensial penghasilan jika selesai semua namun saat itu hanya diberikan pinjaman yang cukup untuk 6 kamar dari 9 kamar yang kami rencanakan itupun setelah kami tambah dengan dana kami sendiri. Dana tambahan kami dapatkan setelah kami takeover KPR sebelumnya, setelah bank pertama menolak memberikan dana tambahan ketika kami coba refinance/top-up.

        Banyak jalan ke Roma kata pepatah… dibutuhkan ketabahan dan kerja cerdas untuk mewujudkan cita-cita.. terus mencoba, pasti ada jalan.
        Yakin sukses pasti sukses Pak Falen!

  2. wow, mantab nih.. Pak Enos, ikut2an tanya dong….

    saya punya tanah kecil di tengah kota, tapi sayangnya jalan buntu dan belum diaspal pula. tapi rownya cukup lebar 5 m. Bisakah kira2, jika saya mengajukan kpr untuk rumah kos. Karena jarak 50 m dari situ ada juga rumah kos di lokasi yang serupa, jalan buntu, belum beraspal, dan row 5m.

    jika bisa, mana yang lebih baik, ambil kpr atau jual tanah yang lain. sehingga saya tidak perlu berhutang. Hanya saja, sayang juga mau jual tanah itu, meski di depan sungai, gang kecil hanya cukup 1 mobil, tapi juga di tengah kota, dan saya dapat murah dulu..

    btw, saya dan suami juga seorang PNS.

    terima kasih banyak ya pak

    • Pada dasarnya bisa saja Ibu Yuyun, silahkan dicoba… bank akan melihat lokasi dan prospeknya… Namun jalan buntu biasanya menjadi nilai minus kecuali area tersebut memang prospok untuk kos-kosan. Terkadang satu bank menolak tapi ada bank yang menerima… semua bergantung penilaian masing-masing bank.

      Saya lebih ke arah mencari dana dari bank jika tidak mengganggu cashflow keluarga dalam jangka panjang. Namun jika hutang di bank memberatkan cashflow, silahkan dicari alternatif lain. Menurut saya jika tanah Ibu strategis jangan dijual, bisa dibuatkan usaha (silahkan dipikirkan, bisa googling di internet untuk “brainstorming”).

      Semoga berkenan, dan sukses selalu buat Ibu…

    • Thanks sis… saya hanya bercerita mengenai pengalaman yang dilalui saat mulai mendirikan kost… semoga kost ke-2 jadi, dapat inspirasi tulisan lagi… konsultan gratisan, yang penting semua orang mendapat manfaat dari tulisan/pengalaman yang saya+Nancy lalui… dibaca-baca tulisannya siapa tahu terinspirasi punya kos-kosan…

  3. assalamu alaikum pak enos.. saya ilham. saya butuh petunjuk bapak.. saya ingin memulai bisnis, dan teropsesi untuk membuat kost. tapi saya terbentur di modal. sedangkan saya bukan seorang PNS dan karyawan yang memiliki gaji yang tinggi. rasa prcaya diri dan berani mencoba ini aja yang aku miliki. untuk memulai bisnis ini, apa yang harus aku lakukan pak. mohon petunjukknya.

    • Pak Ilham, untuk memulai bapak harus benar-benar berniat dan terus berusaha mencari jalan untuk memperoleh modal. Bisa melalui bank, pinjam uang keluarga, dll. Yang paling utama adalah niat yang kuat dan kegigihan. Pasti banyak kendala, namun jika tiap hari kita selalu memikirkan bagaimana jalan keluarnya suatu saat akan ketemu. Silahkan mulai dengan kemampuan terlebih dahulu… saya juga waktu membangun kos yang pertama membangun secara bertahap… silahkan baca-baca tulisan saya, semoga mendapatkan jalan keluar. Bulatkan tekad, saran saya cari buku Mestakung karangan Pak Yohanes Surya, pasti akan menjadi inspirasi buat bapak. Semoga berkenan, sukses selalu!

  4. Seperti judulnya “berani berhutang” maka saya jadi semakin getol untuk mencoba mencari tanah. saya tertarik untuk investasi tanah pak, namun sebagai pegawai swasta yang msh melajang tentu saja agak berat untuk saya melakukan investasi.

    yang jadi pertanyaan saya saat ini, apakah bisa pak, dengan gaji 5jt/bln saya tertarik tanah dengan luas 604m2 dengan harga per meter nya 1.5jt dengan sistem KPT? berapa kira-kira dana tiap bulan yg hrs saya simpan, serta bgmn syarat2 KPT dari bank2 yg ada. Terima kasih mhn penjelesannya yak pak 🙂

    • Pasti bisa, yang penting yakin bisa pasti ada jalan. Coba hubungi marketing bank, kemudian utarakan maksud anda… sebaiknya buat rencana yang menarik mau diapakan tanah tersebut. Kalau rencana menarik bagi bank, pasti ada yang mau beri pinjaman. Semoga berkenan… sukses selalu!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s