Rencana Bangun Rumah Kost…. lagi….

Saat ini kami sedang berencana untuk mendirikan satu lagi rumah kost. Seperti proses mendirikan rumah kost pertama kali, saat ini kami sedang hunting tanah yang letaknya strategis sesuai target market dan harga yang terjangkau dari sudut kantong kami 🙂 ..
Sudah dapat sebidang tanah dan sudah deal harga yang sesuai kriteria kami, selanjutnya adalah mengajukan copy sertifikat tanah tersebut ke bank untuk proses mendapatkan KPT atau kalau bisa KPR agar dapat langsung dibangun. Untuk mendapatkan KPR harus segera dilengkapi dengan RAB (Rencana Anggaran Biaya… kalau tidak salah), gambar bangunan, serta IMB dimana proses ini akan memakan waktu yang lebih panjang lagi.

Sebelumnya sudah hunting di internet, koran, dan jalan-jalan sambil catat no telpon tiap iklan yang ditemui sepanjang jalan serta sudah mengunjungi beberapa rumah kost  dan tanah, namun sepertinya belum ada yang sesuai. Rata-rata rumah kost yang dijual di Surabaya adalah rumah kost dengan target kalangan mahasiswa atau harga tanah yang tidak sesuai dengan keuangan… walaupun lokasi sudah ok…. 😦

Dilihat dari sudut pandang kecepatan serta kemudahan mendapatkan dana dan pengurusan surat-surat, membeli rumah kost yang telah jadi lebih menguntungkan. Tapi keuntungan membangun sendiri adalah dapat lebih menyesuaikan dengan kebutuhan target market, serta tidak banyak bongkar pasang yang memakan banyak biaya. Namun dalam membangun baru banyak proses yang harus dilalui yang menyita waktu, tenaga, serta biaya tentunya… semua berpaling ke calon pemilik/pengelola kost.

Dilihat dari sudut pandang pengelolaan, jika sang pemilik senang mengatur, senang bersosialisasi, berjiwa mudah serta memiliki waktu luang yang cukup maka rumah kost untuk kalangan muda dan enerjik seperti kost mahasiswa sangatlah cocok. Sebaliknya jika pengelola/pemilik yang tidak memiliki waktu yang banyak dan ingin pengelolaan rumah kost yang lebih sederhana maka kost untuk karyawan khususnya karyawan yang berpenghasilan menengah ke atas adalah jenis yang cocok untuk dikelola. Konsekuensi dari pemilihan target market ini akan berimplikasi pada pemilihan lokasi yang sesuai, desain bangunan serta budget pembangunan.

Ya… kalau dipikir-pikir lagi sebelum mendirikan atau memiliki rumah kost tersebut, seharusnya diputuskan terlebih dahulu siapa target penyewa agar dapat menyesuaikan dengan keinginan dan keadaan pengelola/pemilik rumah kost.

Kali ini kami berencana membangun rumah kost untuk kalangan karyawan menengah mendekati atas (kelas apa ya… “menengah mendekati atas”, karena tidak ada batasan pasti untuk hal ini heheh) lagi. Jadi kami mencari lokasi tanah yang tempatnya tenang, aman dan nyaman namun tidak terlalu jauh dari lokasi keramaian serta akses ke jalan besar sehingga memudahkan penyewa jika ingin memenuhi kebutuhan dan kewajibannya.

Menurut saya (dari pengalaman) kriteria-kriteria dibawah ini harus dimiliki jika ingin membangun kost untuk karyawan menengah mendekati atas :

  • Lokasi tidak terlalu jauh dari pusat kota atau pusat bisnis.
  • Lokasi tenang dan nyaman sehingga saat istirahat penyewa tidak terganggu baik oleh tetangga ataupun deru lalu lalang kendaraan diluar… kan seharian sudah pegal dan penat oleh kerjaan.
  • Lokasi tidak jauh dari sarana umum dan tempat keramaian seperti mall, tempat berbelanja, tempat makan, rumah sakit, bank/ATM.
  • Lokasi dapat diakses mobil dengan mudah, karena karyawan dengan kelas ini biasanya sudah memiliki kendraan pribadi ataupun diberikan fasilitas kendaraan dari tempat bekerja, kalau bisa dekat jalur utama menuju tengah kota.
  • Parkir luas, kalau bisa lahan parkir dapat menampung kendaraan yang sama dengan jumlah kamar.
  • Fasilitas Kamar yang lengkap (AC, TV, Tempat Tidur beserta kasurnya, Kama Mandi Dalam, Lemari Pakaian, Meja/Kursi untuk menulis, dan kalau bisa air panas… serta kolam renang (kalau kita tidak bisa menyediakan kolam renang sebaiknya dekat dengan tempat berenang umum hehehe… dan juga sekarang tidak lupa tempat fitness, kalau bisa…
  • Disediakan fasilitas housekeeping serta laundry.
  • Fasilitas internet.
  • Fasilitas TV kabel (kendala saat ini adalah bagaimana caranya berlangganan hanya 1 TV kabel dan dapat dipasang secara parallel ke tiap-tiap kamar kost).

Semoga tulisan ini berguna dan juga semoga kami bisa membangun rumah kost sesuai impian dan rencana kami.

Iklan

9 respons untuk ‘Rencana Bangun Rumah Kost…. lagi….

  1. halo pak Enos,
    mau tanya untuk urus IMB, sebaiknya pakai imb rumah tinggal atau non rumah tinggal, krn kan buat kost2an? saya ada rencana bikin nambah kontrakan rumah petak, dan menurut pak Enos, lebih baik ambil kredit usaha mikro di bank, atau pakai KPR Refinance ya? yg nyicilnya bisa sampai 15 th gitu?

    Siapa tau berdasarkan pengalaman dan pengetahuan pak Enos, bisa dishare ke saya, terima kasih sebelumnya ya pak.

    • Menurut saya jika menggunakan IMB non rumah tinggal biasanya akan ada biaya-biaya tambahan saat mengurus PLN/PAM dll… sebaiknya IMB rumah tinggal. Mengenai kredit, menurut saya sebaiknya menggunakan KPR saja namun semuanya kembali kepada kondisi keuangan ibu. Saya belum berpengalaman dengan kredit usaha mikro… coba dilihat perbedaan bunga dan cicilan serta lamanya tenor pinjaman. Mana yang lebih menguntungkan…

      Semoga berguna.

  2. wah lama ngga maen kesini tambah sip aja nih pak enost. Semoga sukses ya pak…

    kalo buat mbagi channel itu cari aja splitter parabola di pasar genteng kayaknya ada pak, bilang yang bisa sendiri2 ganti2 channelnya

  3. Halo Pak Enos,
    beberapa tulisan bapak semakin menambah semangat saya… saya sedang merencanakan tuk membangun Kost-kostan milik saya sendiri… memang bisnis ini cukup legit saya sudah sedikit merasakan dengan membantu klien saya (saya arsitek)… terbukti dalam 2 tahun ini sudah berdiri dan beroperasi bangunan kost ke 2 mungkin di lain waktu kita bisa berdiskusi lebih banyak lagi mengenai “kost-kostan” ini sebagai gambaran Kost yang saya design ini berada di tanah 228 m2 bangunan 3 lantai split level memiliki 21 kamar 3 x 4,5 m dengan kamar mandi dalam. fasilitas2 common room, 1 dapur dan ruang cuci + 1 paviliun keluarga ( 2 kamar tidur + ruang makan + ruang keluarga dan dapur )

    untuk tv kabel kalo menggunakan fi”ST M3dia dengan satu account decoder bisa ditambah up to 6 decoder dengan hanya menambah biaya sewa dekoder ( sekitar 60 ribu rupiah )

  4. Beberapa produk material pada saat ini yang banyak digunakan dan di kenal masyarakat, diantaranya adalah bata merah, batako dan bata ringan. Produk bata merah dan bata ringan umumnya digunakan untuk masyarakat menengah atas.

    Sedangkan produk batako banyak digunakan untuk bisa di jangkau segala lapisan masyarakat. Walaupun sekarang terdapat material dinding produksi import, namun ketiga produk material dinding diatas tersebut, paling banyak digunakan dalam pembangunan dan pekerjaan konstruksi di masyarakat.

    Sesuai dengan target akhir penelitian, Lusicon (Lumpur Sidoarjo Conbloc) diharapkan mampu menjadi alternatif material dinding yang berbeda pada segmen menengah keatas, bersama dengan batamerah dan bata ringan. Hal tersebut dikarenakan Lusicon direncanakan untuk memiliki karakteristik dan kinerja yang mampu bersaing pada segmen tersebut.

    Hasil penelitian dan pengembangan Lusicon yang di lakukan antara PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Dengan ITS Surabaya tersebut pada saat ini menunjukan hasil yang optimal dan sudah mencapai tahapan akhir penelitian.

    Perbandingan performa (kuat tekan dan berat volume) antara Lusicon dengan produk bata ringan yaang ada dipasaran telah dilaksanakan dan hasilnya cukup memuaskan. Dari grafik perbandingan antara Lusicon dengan produk bata ringan komersial yang dilakukan di Laboratorium Beton ITS menunjukkan bahwa performa Lusicon sendiri setara (mampu bersaing) dengan bata ringan yang berkualitas bagus.

    Saat ini banyak masyarakat yang masih memilih material dinding untuk rumah menggunakan bata merah. Kebanyakan dari masyarakat tersebut menganggap bahwa performa bata merah lebih baik dari bata ringan, yaitu lebih dingin dan awet.

    Dengan keadaan yang demikian maka Lusicon mampu melakukan penetrasi pasar material dinding sebagai alternatif utama pengganti produk bata merah, karena secara fisik Lusicon warna kecoklatan yang menyerupai bata merah. Hal tersebut terjadi karena sekitar 80% Lusicon adalah Lumpur Sidoarjo yang dibakar.

    Apabila mellihat dari sistem pemasangannya maka bata ringan dan Lusicon dapat lebih cepat dari pada bata merah. Dengan pemasangan yang lebih cepat maka akan sangat mempengaruhi efisiensi biaya. Untuk lebih detailnya, berikut kami sampaikan tabel perbandingan antara bata merah, bata ringan dan Lusicon.

    Dengan informasi yang kami sampaikan, maka diharapkan masyarakat mempunyai beberapa alternatif produk material dinding dan dapat memilih dengan bijak, sesuai kebutuhan dan aplikasinya.

    Sumber
    http://www.sementigaroda.com

  5. Apa kareba Pak Enos, mhn penjelasan cara mengurus imb rumah tinggal sekaligus rumah kos (lt dasar utk rumah) di kota makassar dan berapa biayanya, terima kasih

    • Kareba melo Pak Aris, saya juga kurang tahu mengurus IMB di Makassar. Coba saja datang ke kantor Dinas Tata Kota, dan tanyakan prosedurnya bagaimana… semoga berkenan dan sukses selalu!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s