Modal + Waktu = Kelancaran Memulai Usaha

Modal adalah alasan klasik yang selalu dikambing-hitamkan saat akan memulai suatu usaha/bisnis. Namun disamping modal, salah satu faktor penting yang juga harus diperhitungkan, adalah : Waktu.

Modal bisa diperoleh dengan mengumpulkannya secara berkala, dapat dengan menyisikan berapa persen dari gaji tiap bulan sampai dirasa cukup. Namun sangat sering, saat modal sudah terkumpul atau sedang dikumpulkan ternyata ide usaha yang telah lama diimpikan sudah dijalankan oleh orang lain.

Idealnya adalah menjalankan suatu usaha secepatnya dengan modal yang cukup.

Namun terkadang salah satu dari faktor ini atau lebih buruk lagi jika kedua-duanya menjadi kendala dalam menjalan usaha… bisa jadi ide bisnis hanya menjadi sebatas ide yang tidak pernah terealisasi. Kalaupun terealisasi sudah banyak pesaing saat memulainya.

Modal masih bisa dikumpulkan, namun waktu yang terus berjalan tidak dapat diputar kembali.

Salah satu sumber dana cepat dan besar adalah: Bank, namun bank sering menuntut adanya agunan yang cukup. Ada juga program pinjaman tanpa agunan atau Kredit Tanpa Agunan (KTA) namun bunga yang diberikan sangatlah besar.

Sumber pendanaan lainnya yang cepat adalah: Orang Tua… Berbahagialah jika memiliki orang tua yang memiliki harta kekayaan yang berlimpah baik berupa uang, barang, properti dan usaha. Namun pada umumnya orang tua hanya memiliki harta dalam bentuk properti, seperti; rumah, tanah, ruko.

Nah, kalau keadaannya seperti ini kenapa tidak dikombinasikan. Agunannya milik Orang Tua, dan sumber dananya Bank.

Caranya:

  1. Orang tua menghibahkan propertinya ke sang anak melalui bank, biasanya dengan cara ini bank akan memberikan Kredit Multi Guna (KMG).
  2. Sang anak membeli properti milik orang tuanya melalui bank, dengan cara ini bank dapat memberikan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Hal ini sama dengan membeli properti seken.

Jika sang anak adalah anak semata wayang maka proses ini sangatlah sederhana, namun jika sang anak memiliki saudara maka proses ini harus mendapat persetujuan dari saudaranya.

Dana yang didapatkan dari kedua cara transaksi diatas dapat digunakan sebagai modal. Haruslah diingat bahwa walaupun secara legal properti Orang Tua tersebut telah menjadi milik sang anak namun secara moral properti tersebut masih milik orang tua, maka apapun yang akan dilakukan oleh sang anak terhadap properti tersebut haruslah seizin orang tua.

Iklan

Satu respons untuk “Modal + Waktu = Kelancaran Memulai Usaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s