Bagaimana Meningkatkan, Tingkat Toleransi Kita terhapad Resiko…

Tingkat untuk mentolerir suatu resiko pada setiap orang berbeda-beda. Untuk suatu masalah dengan tingkat resiko yang sama akan disikapi berbeda oleh setiap orang. Ada yang dapat menanggung sejumlah beban dengan tingkat resiko dan ketidakpastian yang tinggi secara santai dan dapat tidur nyenyak, sementara orang lain merasa tidak nyaman dan sampai-sampai tidak bisa tidur.

Kebanyakan dalam hidup ini orang berusaha untuk menghindar dari resiko, atau takut menghadapi resiko, mereka berpikir bahwa hidup ini akan sangat menyenangkan bila tanpa resiko sehingga terasa aman dan nyaman. Namun tanpa disadari hal itu dapat membuat mereka terus terperangkap dalam ketidaknyamanan karena ketidakpastian, salah satu yang pasti dalam hidup ini adalah PERUBAHAN! Dan perubahan sudah pasti disertai dengan RESIKO.

Contohnya, Anda bekerja disuatu perusahaan dimana Anda menginginkan perubahan nasib, berarti Anda menginginkan kenaikan pangkat ataupun penghasilan, dan fasilitas. Secara otomatis maka beban tanggung jawab kerja anda akan bertambah dan bersamaan dengan itu akan menambah pula tingkat resiko yang dapat menggangu keamanan dan kenyamanan hidup jika tidak segera ditangani dengan baik, baik itu fisik maupun psikis.

Saya dan istri merasakan hal yang sama saat memutuskan memulai mencari penghasilan tambahan melalui investasi di properti berupa rumah kos. Kami harus bersedia menjalankan konsekuensi dari keputusan tersebut, diantaranya adalah: mulai mencari properti, menghubungi pemilik properti ataupun broker properti, mencari dana untuk membeli dan membangun properti tersebut, sampai saat ini saat mengelolanya.

Resiko yang kami hadapi adalah: kami terkadang dianggap orang lain tidak akan berhasil untuk mendapatkan properti tsb karena jauh diatas kemampuan kami, harus mulai berani menghubungi orang guna mendapatkan informasi mengenai properti yang hendak dibeli yang sering (pada awalnya) membuat kami tidak nyaman, harus berani pergi bertemu dengan penjual, bernegosiasi tatap muka dengan penjual/broker walaupun kemudian ditolak, harus berani ke bank untuk mendapatkan dana dan ditolak, bolak-balik ke dinas tata kota untuk mengurus IMB… dan sebagainya.

Semua itu tanpa disadari semakin memperkaya kami dalam pengetahuan yang sebelumnya hanya kami baca dari buku atau internet, dan juga memperkaya pengalaman kami melalui tindakan/praktek.

Dari tulisan diatas dapat kita lihat, untuk meningkatkan tingkat toleransi kita terhadap suatu resiko, maka kita harus berani mengambil KEPUTUSAN untuk berubah melangkah maju.

Lalu kita pasti akan berpikir, dalam mengambil keputusan bagaimana agar saya dapat menghasilkan Keputusan yang Baik?

Keputusan Baik akan didapat dari: pengetahuan dan insting yang teruji.

Bagaimana untuk mendapatkan pengetahuan dan insting yang teruji?

Pengetahuan dan insting yang teruji akan terasah seiring waktu melalui: Pengalaman-pengalaman karena keputusan yang mungkin kurang baik.

Keputusan tinggal keputusan jika kita tidak bertindak untuk menggapai keinginan/ harapan/ impian. Tindakan itu akan menghasilkan penambahan pengetahuan serta pengalaman, kemudian semua ini akan menambah rasa percaya diri guna menghadapi resiko-resiko selanjutnya dalam mencapai kesuksesan.

Saya awalnya sangat takut jika mendengar properti yang seharga 500jt, 1 milyar, 2 milyar (karena itu jauh diatas angan-angan saya)… takut bagaimana saya bisa memperoleh dananya, kalaupun dapat (melalui kredit bank) bagaimana saya bisa membayar cicilannya??? Pokoknya semua serba menakutkan karena logika akal sehat saya saat itu mengatakan kami hanya mampu pada properti seharga 100 – 250 juta saja (Resiko yang dapat saya tanggung hanya 100-250juta).

Saya bersyukur pada Tuhan karena saat itu istri saya ternyata memiliki tingkat toleransi terhadap resiko yang lebih tinggi dari saya, hehehe…. Sehingga sayapun akhirnya dengan berani memutuskan (bersama istri tentunya, dan kenyataannya dia yang banyak melakukan negosiasi tawar-menawar) untuk menawar beberapa properti seharga 500jt, 1M, bahkan pernah sampai yang 3,7 M walau sampai pada saat ini kami baru memiliki 1 properti dengan taksiran harga berkisar antara 500jt dan 1M. Keputusan dan pengalaman berulang ini perlahan-lahan mulai meningkatkan tingkat kepercayaan diri kami dalam menghadapi resiko yaitu: harga properti yang jauh diatas kemampuan keuangan kami saat ini.

”Ala bisa karena biasa” 🙂

Anda akan melalui banyak Keputusan Kurang Baik yang memperkaya pengalaman anda sebelum Anda tiba pada satu Keputusan Baik yang dapat mengubah hidup Anda selamanya. Dan juga keputusan-keputusan baik selanjutnya….

Jadi berhentilah untuk terus menghindari resiko hanya karena anda ingin merasa aman dan nyaman, tetapi mulailah memutuskan untuk menghadapi resiko dengan rasa bersyukur, kemudian bertindaklah, dan lihat, hidup anda akan berubah!

Banyak orang sukses mencapai impiannya diawali oleh keputusan-keputusan yang kurang bagus!

Iklan

3 thoughts on “Bagaimana Meningkatkan, Tingkat Toleransi Kita terhapad Resiko…

  1. Selamat Siang Pak Enos..

    Setelah saya baca website Bapak sangat inspiratif sekali. Kebetulan saat ini saya sedang ingin mengembangkan usaha kost-kostan yg dimiliki boleh orang tua saya.

    Jika tidak berkeberatan izinkan saya mendapatkan email pribadi Bapak untuk diskusi lebih lanjut sekaligus menimba ilmu Dari Bapak dan Istri.

    Email pribadi saya: inayatidjamil@yahoo.com

    Salam
    Inayati Djamil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s