Pajak dan Biaya dalam transaksi Jual Beli Properti

Pada saat terjadi transaksi jual beli properti akan muncul pajak yang harus dibayarkan oleh penjual dan pembeli serta biaya Notaris jika saat transaksi menggunakan jasa Notaris. Dari pengalaman yang saya alami saat transaksi jual beli properti terdapat 2 jenis pajak yang dikenakan.

  1. BPHTB (Bea Pengalihan Hak atas Tanah dan Bangunan) yang dibayar oleh Pembeli
  2. Pph (Pajak Penghasilan) yang dibayar oleh Penjual yang bersifat final. Pajak bersifat final adalah pajak yang langsung dibayarkan saat transaksi dan tidak akan dimasukkan ke dalam perhitungan Pajak Penghasilan saat akhir tahun.

Perhitungan kedua pajak diatas adalah sebagai berikut:

1. BPHTB (Pembeli)

= (Harga Jual – Nilai Jual Objek Pajak tidak Kena Pajak) x 5%

  • Nilai Jual Objek Pajak tidak Kena Pajak disetiap daerah berbeda-beda, biasanya 40jt sampai 60jt.
  • Harga Jual bisa jadi Harga Transaksi ataupun Nilai NJOP. Jika Harga transaksi lebih besar dari NJOP maka Harga Transaksi yang digunakan sebagai Harga Jual, demikian pula sebaliknya.

Contoh:

Sebidang tanah seukuran 10×20 m diperjualbelikan seharga 350 juta, dengan NJOP 1,5 juta permeter.

Maka dari transaksi diatas didapati Harga Transaksi adalah = 350 juta

Nilai NJOP adalah: 1,5 juta x luas tanah = 1,5 juta x 200 = 300 juta.

Nilai Jual Objek Pajak tidak Kena Pajak didaerah setempat adalah = 40 jt

Dari hasil diatas maka perhitungan BPHTB =

(350juta – 40juta) x 5% = 310jt x 5% = 15,5 jt

2. Pph Final (Penjual)

= Harga Transaksi x 5%

Memakai contoh diatas maka perhitungan Pph Final:

350jt x 5% = 17,5 jt

Disamping itu terdapat juga PPN (Pajak Pertambahan Nilai) yang dikenakan kepada pembeli yang dipungut oleh Penjual berdasarkan syarat-syarat tertentu.

Semua pajak dikenakan/diberitahukan saat penandatanganan Akta Jual Beli dihadapan Notaris/PPAT  dan dibayarkan melalui bank yang ditunjuk sebagai bank penerima pajak dan dilaporkan ke kantor pajak setempat. Jika menggunakan jasa Notaris pelaporan ini akan dilaporkan oleh Notaris tersebut.

Biaya yang muncul atas transaksi ini:

  • Jasa Notaris biasanya 250 rb-400rb.
  • Jasa PPAT (PPAT bisa Notaris atau Pejabat Pemda setempat, seperti Camat atau Lurah). Tergantung kesepakatan,  jika bukan Notaris
Iklan

2 respons untuk ‘Pajak dan Biaya dalam transaksi Jual Beli Properti

  1. salam,

    saya mohon pencerahan, PPh 4 (2) atas property itu final dan tidak dapat di kreditkan, dengan kata lain bahwa perusahaan property tidak di kenakan pph 29 (tahunan) apa bila tidak ada pendapatan lain2 yang tidak persifat final.

    pertanyaan :

    bagaimana apabila ada konsumen yang melakukan pembatalan setelah terjadi AJB (peralihan nama). kasus seperti ini sering terjadi dikarenakan developer merupakan penjamin pinjaman atas konsumen ke bank.

    terima kasih pak atas jawabannya

    joel

    • Maaf balasnya agak telat, menurut saya saat pembatalan setelah AJB biasanya ada penalti untuk itu. Bisa jadi uang yang telah disetor akan dikembalikan 25% dsb bergantung persetujuan yang telah disepakati. Mohon maaf saya juga belum terlalu tahu ttg hal ini, bapak bisa mencari tahu di internet mengenai hal ini. Salah satu site yang cukup bagus coba : http://www.aryodiponegoro.com/

      Semoga membantu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s