Langkah-Langkah dalam Membeli Properti

Dari pengalaman yang saya dapatkan pada saat membeli properti, berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat saya berikan saat akan membeli properti:

  1. Tujuan/Kegunaan: Sebelum membeli properti yang harus kita tetapkan terlebih dahulu adalah tujuan apa yang akan kita capai dari properti tersebut baik untuk digunakan sendiri maupun sebagai properti investasi yang dapat menghasilkan. Saya teringat ketika akan membeli properti saya yang pertama di Makassar. Saat itu saya belum berkeluarga dan bekerja di Papua, dalam pikiran saya adalah saya ingin membeli rumah kecil yang dapat ditinggali saat saya dalam masa cuti. Untuk itu mulailah saya mencari rumah kecil yang sesuai dengan keinginan saya. Dikemudian hari saat saya sudah berkeluarga dan berencana membeli rumah di Surabaya, saya bersama istri, bertujuan membeli hunian yang asri, tenang dan nyaman yang jauh dari hiruk pikuk kehidupan kota besar (Surabaya) sehingga dapat melalui hari-hari dengan tenang dan nyaman, jauh dari polusi. Maka kamipun membeli rumah yang lumayan jauh dari kota Surabaya dan kompleks perumahan tersebut sangat asri, tenang dan nyaman. Demikian pula saat kami mencari properti dengan tujuan untuk mendirikan rumah kost (properti berpenghasilan) yang kami peruntukkan bagi para karyawan/executie kelas menengah yang banyak bekerja di seputaran Surabaya, yang bekerja pagi dan pulang sore hari sehingga mudah dikontrol.
  2. Lokasi: Setelah memiliki tujuan, langkah selanjutnya adalah mencari lokasi yang tepat sesuai tujuan yang telah kita tetapkan. Hal ini terasa saat saya akan membeli lahan untuk membangun rumah kost bagi para karyawan/executive kelas menengah di tengah kota (atau tidak jauh-jauh dari tengah kota), terdapat 2 lokasi yang sangat bagus saat itu. Akhirnya saya memilih lahan di Sidosermo Indah karena letaknya dekat jalan besar dan mudah dijangkau oleh para pekerja dan terletak di tengah kota yang dekat dengan perkantoran dan sarana pendukung lainnya yang menurut saya akan memudahkan para penyewa untuk memenuhi kebutuhannya seperti tempat nyaman dan tenang, mal, tempat beribadah, tempat jajanan, dll. Sementara lahan lainnya menurut saya lebih tepat untuk mahasiswa karena terletak di area yang berdekatan dengan kampus dan jalan-jalan yang ramai dan agak sempit yang sangat menggambarkan suasana kehidupan mahasiswa yang dinamis dan penuh gejolak anak muda.
  3. Pendanaan: Salah satu langkah penting yang kemudian harus kita lalui adalah pendanaan untuk memiliki properti tersebut. Berbagai sumber dana dapat menjadi pilihan, seperti: keluarga/orang dekat, dari investor yang mau bekerja sama, dan sumber dana terbesar dan sangat ingin meminjamkan uangnya adalah bank.

Ke-3 hal diatas menurut saya langkah-langkah yang harus kita pikirkan dan lalui dalam membeli properti.

Iklan

2 respons untuk ‘Langkah-Langkah dalam Membeli Properti

  1. Salam Sukses Pak Enos. Sy mo konsultasi 🙂
    Menurut bapak, lebih baik mana mencari lahan kosong atau rumah kos yg sudah jadi?
    Kalau lahan kosong, utk buat bangunannya apakah bisa kredit ke BAnk?
    Tks before Pak

    • Pak Eko,
      Saya menjawab berdasarkan pengalaman saya, ini bukan berarti saya adalah expert, saya pun masih belajar. 🙂
      Menjawab pertanyaan bapak, menurut saya sebelum mendirikan rumah kos sebaik bapak tentukan dulu target market rumah kos yang bapak akan kelola, apakah untuk kalangan karyawan bawah, pekerja kelas menengah, atau pekerja kelas atas, mahasiswa, atau untuk semua profesi. Dan juga tentukan kos untuk laki-laki saja, perempuan saja, atau campur. Target market ini akan mempengaruhi desain rumah kos dan cara pengelolaan nantinya. Setelah itu lihat diri anda, apakah bapak orangnya memiliki waktu banyak atau sedikit, apakah bapak jenis orang yang mau berlelah-lelah mengurus proses mendirikan rumah atau bapak ingin semua beres.

      Kalau saya pribadi, lebih senang membeli tanah kosong kemudian membangun sesuai target market yang saya inginkan. Membangun dari tanah kosong sampai menjadi rumah kos memiliki kesenangan tersendiri apalagi kalau rumah kos tersebut sudah menghasilkan. Karena kita terlibat dalam segalanya, seperti; mencari tanah yang cocok, mengurus surat-surat (imb, bank, izin dll). Silahkan klik disini untuk tulisan saya mengenai bisnis rumah kos.

      Namun kalau bapak ingin lebih simpel silahkan mencari rumah kos yang sudah jadi sesuai target market yang bapak inginkan. Namun biasanya hal ini tidak dapat memuaskan 100% seluruh kriteria yang telah kita tentukan sebelumnya. Dan biasanya harga rumah kos tersebut lebih mahal, kecuali bapak mendapatkan hot deal, dibandingkan membangun sendiri.

      Bank akan memberikan kredit pembangunan, biasanya disebut KPR Konstruksi (cmiiw). Beritahukan ke pihak bank bahwa bapak ingin membangun rumah kost dan membutuhkan pendanaan KPR untuk itu. Pihak bank akan memberikan solusi terbaik untuk bapak.

      Semoga berguna.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s