Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan jangan bersandar pada pengertianmu sendiri. – Amsal 3:5

Ini adalah tulisan dari teman saya Darmawan Putranto di bagian komentar yang saya jadikan artikel. Mas Darmawan juga miliki usaha rumah kost “Green House” di daerah Waru Surabaya (belakang Giant, samping Lotte Mart dulu Makro).

Alamat & Kontak no Green House:
Unimas Garden Regency H23
081330426696, 031-8544241, 031-83426632

_____________________________________
Mas Enos,
Saya lihat banyak pembaca yang masih mempunyai pengertian yang berbeda ttg bunga “Flat”, “Efektif”, “Fix” dan “Floating”, mungkin artikel di bawah ini bisa membantu :

Pada kesempatan ini saya hendak membahas mengenai cara perhitungan bunga hutang. Misalkan Bapak DARMAWAN ditawarkan hutang dengan tingkat suku bunga 6% per tahun, pertanyaannya adalah apakah bunga ini murah atau mahal?

Hanya dari informasi diatas saja, kita tidak dapat menjawab pertanyaan di atas. Terlebih dahulu kita mesti bertanya dahulu bagaimana cara perhitungan bunganya? Apakah suku bunga tersebut adalah bunga flat? Atau bunga efektif? Apabila ternyata suku bunga adalah 6% flat, artinya bunga tersebut MAHAL. Sedangkan kalau ternyata suku bunga tersebut adalah 6% efektif, maka artinya bunga tersebut murah.

Apa yang dimaksud bunga flat? Dan apa yang dimaksud dengan bunga efektif? Mari kita bahas satu per satu.

1. BUNGA FLAT
Cara perhitungan bunga flat adalah cara yang paling gampang,oleh karena itu banyak digunakan di berbagai instansi keuangan.Sayangnya cara perhitungan seperti ini sangatlah merugikan peminjam uang. Mengapa? Karena bunga dihitung secara rata dari nilai total hutang, tanpa peduli terhadap nilai pokok hutang yang telah dibayarkan. Nantinya kita akan dapat melihat hal ini dari ilustrasi hutang.

Sebagai contoh kasus, misalkan kita hendak meminjam uang dari bank untuk membeli mobil (KKB). Nilai hutang yang hendak kita pinjam adalah Rp. 120.000.000 dengan tingkat suku bunga 6% flat dan tenor 2 tahun.

Cara perhitungannya gampang. Total bunga yang harus kita bayar adalah 6% dikalikan jangka waktu 2 tahun dan dikalikan dengan nilai hutang Rp. 120.000.000.
Total bunga adalah
= Rp. 120.000.000 * 6% * 2
= Rp. 14.400.000.

Total bunga ini ditambahkan dengan nilai hutang akan menjadi total angsuran yang harus kita bayar, yaitu :
= Rp. 120.000.000 + Rp. 14.400.000
= Rp. 134.400.000

Total angsuran ini tinggal kita bagikan ke jumlah periode pembayaran. Karena kita mengangsur hutang secara bulanan, artinya periode pembayaran adalah 2 x 12 = 24 kali. Maka nilai angsuran per bulannya adalah :
= Rp. 134.400.000 / 24
= Rp. 5.600.000

Tabel ilustrasi bunga flat dapat dilihat di bawah ini:

———————————————————–
|Per | Pokok Hutang | Bunga | Angsuran | Sisa Hutang |
———————————————————–
| 0 | | | | 120.000.000 |
| 1 | 120.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 115.000.000 |
| 2 | 115.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 110.000.000 |
| 3 | 110.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 105.000.000 |
| 4 | 105.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 100.000.000 |
| 5 | 100.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 95.000.000 |
| 6 | 95.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 90.000.000 |
| 7 | 90.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 85.000.000 |
| 8 | 85.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 80.000.000 |
| 9 | 80.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 75.000.000 |
| 10 | 75.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 70.000.000 |
| 11 | 70.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 65.000.000 |
| 12 | 65.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 60.000.000 |
| 13 | 60.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 55.000.000 |
| 14 | 55.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 50.000.000 |
| 15 | 50.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 45.000.000 |
| 16 | 45.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 40.000.000 |
| 17 | 40.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 35.000.000 |
| 18 | 35.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 30.000.000 |
| 19 | 30.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 25.000.000 |
| 20 | 25.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 20.000.000 |
| 21 | 20.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 15.000.000 |
| 22 | 15.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 10.000.000 |
| 23 | 10.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 5.000.000 |
| 24 | 5.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | LUNAS |
———————————————————–

Dari tabel ilustrasi diatas kita dapat melihat bahwa bunga yang dibayarkan setiap bulannya selalu bernilai Rp. 600.000. Oleh karena itulah cara perhitungan ini disebut bunga flat, karena nilai bunganya selalu rata.

Kembali ke pernyataan saya pada penjelasan awal bunga flat, mengapa cara perhitungan bunga flat merugikan peminjam uang? Jawabannya bisa dilihat dari tabel ilustrasi diatas.

Setiap bulannya peminjam uang harus membayar angsuran sebesar Rp. 5.600.000. Angsuran ini terdiri dari bunga sebesar Rp. 600.000 dan angsuran pokok sebesar Rp. 5.000.000. Dengan membayar angsuran pokok berarti nilai pokok dari hutang tersebut berkurang sebanyak Rp. 5.000.000 setiap bulannya.

Sayangnya pengurangan nilai pokok hutang tidak disertai dengan pengurangan nilai bunga. Tentunya hal ini akan merugikan peminjam uang di periode-periode berikutnya. Kita dapat perhatikan di dalam tabel bahwa setelah mengangsur setahun, nilai pokok hutang tinggal Rp. 60.000.000 (periode 13).Namun nilai bunganya tetap Rp. 600.000. Bila kita bandingkan nilai pokok pokok hutang terhadap nilai bunga, maka tingkat
suku bunganya menjadi:
= Rp. 600.000 / Rp. 60.000.000
= 10%

Loh, kok tingkat suku bunganya menjadi 10%? Padahal tadi katanya hanya 6%? Nah, perhitungan 6% itu adalah dihitung dari nilai total hutangnya yaitu Rp. 120.000.000. Tidak pedulu berapapun sisa hutang kita. Jadinya kalau sisa hutang kita tinggal sedikit, kita akan rugi sekali karena tingkat suku bunganya menjadi tinggi.

2. BUNGA EFEKTIF
Cara perhitungan bunga efektif lebih fair baik bagi pihak bank maupun bagi pihak peminjam uang. Dengan menggunakan cara perhitungan ini, maka bunga dihitung dari nilai pokok hutang, bukan dari nilai total pinjaman, sehingga nilai bunga semakin lama akan semakin berkurang seiring dengan pembayaran untuk pokok hutang.

Sebagai contoh kasus, misalkan kita hendak meminjam uang dari bank untuk membeli mobil (KKB). Nilai hutang yang hendak kita pinjam adalah Rp. 120.000.000 dengan tingkat suku bunga 11% efektif dan tenor 2 tahun.

Perhatikan bahwa dalam contoh kasus kedua, nilai total hutang dan tenor adalah sama dengan kasus pertama. Tingkat suku bunganya berbeda hampir dua kali lipat. Pada kasus pertama kita tingkat suku bunga adalah 6% flat, sedangkan pada kasus kedua tingkat suku bunga adalah 11% efektif.

Cara perhitungan nilai angsuran untuk bunga efektif terlalu sukar untuk dijelaskan disini. Apabila kita menggunakan rumus PMT pada Excel, seperti yang saya ajarkan dalam ebook “Tips dan Trik Membuat Rencana Keuangan Pribadi Menggunakan Excel”, maka kita akan mendapatkan bahwa nilai angsuran bulanannya adalah Rp. 5.592.941. Nilai angsuran bulanan dalam kasus ini lebih murah Rp. 7.059 dibandingkan kasus sebelumnya.

Berikut adalah tabel ilustrasi untuk kasus kedua:

———————————————————–
|Per | Pokok Hutang | Bunga | Angsuran | Sisa Hutang |
———————————————————–
| 0 | | | | 120.000.000 |
| 1 | 120.000.000 | 1.100.000 | 5.592.941 | 115.507.059 |
| 2 | 115.507.059 | 1.058.815 | 5.592.941 | 110.972.934 |
| 3 | 110.972.934 | 1.017.252 | 5.592.941 | 106.397.245 |
| 4 | 106.397.245 | 975.308 | 5.592.941 | 101.779.612 |
| 5 | 101.779.612 | 932.980 | 5.592.941 | 97.119.652 |
| 6 | 97.119.652 | 890.263 | 5.592.941 | 92.416.974 |
| 7 | 92.416.974 | 847.156 | 5.592.941 | 87.671.189 |
| 8 | 87.671.189 | 803.653 | 5.592.941 | 82.881.901 |
| 9 | 82.881.901 | 759.751 | 5.592.941 | 78.048.712 |
| 10 | 78.048.712 | 715.447 | 5.592.941 | 73.171.218 |
| 11 | 73.171.218 | 670.736 | 5.592.941 | 68.249.013 |
| 12 | 68.249.013 | 625.616 | 5.592.941 | 63.281.688 |
| 13 | 63.281.688 | 580.082 | 5.592.941 | 58.268.830 |
| 14 | 58.268.830 | 534.131 | 5.592.941 | 53.210.020 |
| 15 | 53.210.020 | 487.759 | 5.592.941 | 48.104.838 |
| 16 | 48.104.838 | 440.961 | 5.592.941 | 42.952.859 |
| 17 | 42.952.859 | 393.735 | 5.592.941 | 37.753.653 |
| 18 | 37.753.653 | 346.075 | 5.592.941 | 32.506.787 |
| 19 | 32.506.787 | 297.979 | 5.592.941 | 27.211.826 |
| 20 | 27.211.826 | 249.442 | 5.592.941 | 21.868.327 |
| 21 | 21.868.327 | 200.460 | 5.592.941 | 16.475.846 |
| 22 | 16.475.846 | 151.029 | 5.592.941 | 11.033.934 |
| 23 | 11.033.934 | 101.144 | 5.592.941 | 5.542.138 |
| 24 | 5.542.138 | 50.803 | 5.592.941 | LUNAS |
———————————————————–

Dari tabel diatas kita dapat melihat bahwa bunga semakin lama akan semakin kecil, karena bunga dihitung dari nilai pokok hutang yang semakin dibayar akan menjadi semakin kecil.

Dengan cara perhitungan seperti ini, biasanya hutang menjadi lebih fleksibel dalam arti misalkan saja dalam suatu saat sebelum periode 24 bulan tersebut berakhir, ternyata peminjam uang memiliki uang lebih (misalkan saja mendapatkan bonus atau THR) dan ingin membayar angsuran lebih besar daripada angsuran bulanan Rp 5.592.941, biasanya bank akan memperbolehkan hal tersebut.

Peminjam uang bahkan diperbolehkan untuk langsung melunasi hutang. Misalkan saja pada periode 16, peminjam uang hendak melunasi hutangnya, maka peminjam uang dapat membayar sebesar pokok hutang ditambahkan bunga pada periode tersebut:
= Rp. 48.104.838 + Rp. 440.961
= Rp. 48.545.799

Lain halnya dengan cara perhitungan tingkat suku bunga flat, bank tidak akan mengijinkan pembayaran angsuran yang berbeda dari tabel ilustrasi, karena keuntungan yang akan didapat oleh pihak bank justru berada di periode belakang.

Dalam analisa lebih lanjut, apabila kita menjumlahkan total bunga dari kedua puluh empat periode dalam tabel ilustrasi diatas, maka kita akan mendapatkan nilai total bunga sebesar Rp. 14.230.574. Nilai yang hampir sama dengan nilai total bunga flat dalam kasus pertama, yaitu Rp. 14.400.000.

Hal ini menunjukkan bahwa dari kedua kasus dengan nilai total hutang yang sama-sama Rp. 120.000.000,- dan tenor yang sama-sama 2 tahun, tingkat suku bunga flat 6% akan menghasilkan bunga yang sama dengan tingkat suku bunga efektif 11%.

Artinya? Kembali lagi ke pertanyaan pertama dari artikel ini. Apabila Anda ditawarkan hutang dengan tingkat suku bunga 6%, apakah bunga ini murah atau mahal? Jawabannya adalah tergantung apakah suku bunga itu flat, atau efektif. Bila ternyata suku bunga 6% flat, artinya MAHAL. Sedangkan suku bunga 6% efektif, artinya MURAH.

Tingkat suku bunga yang beredar di pasaran saat ini (Mei 2011) adalah sekitar 5-6% untuk bunga flat dan 10-12% untuk bunga efektif. Tentunya bila Anda bisa mendapatkan tingkat suku bunga yang lebih murah daripada pasaran akan semakin bagus.

Sekian dulu pembahasan finansial dalam kesempatan kali ini. Semoga penjelasan ini dapat lebih membuka wawasan kita mengenai hutang.

Terima kasih.

Regards,

David Ciang
http://www.keuanganpribadi.com?id=julyanna.
Situs ini diperkenalkan oleh Julyanna Chandra

About these ads

Comments on: "Pengertian Tentang Bunga Flat, Efektif, Fix, dan Floating" (18)

  1. Lili Kristanti said:

    Masalahnya adalah hampir semua bank yang bekerja sama dengan pengembang menerapkan bunga flat ini. Saya sendiri ambil KPR 10 th CIMB Niaga dengan bunga 14%, sudah berjalan 5 th. Pertanyaan saya:
    1. Bank apakah yang menerapkan sistem bunga efektif?
    2. Kalau saya mau pindah bank, seberapa rumit prosedurnya?

    Terima kasih sebelumnya,
    Lili Kristanti

    • Ibu Lili,
      Biasanya dalam 1-2 tahun pertama bunga fix, setelah itu floating untuk KPR.

      1. Setahu saya di BTN menggunakan sistem efektif, silahkan ditanyakan lagi.
      2. Pindah bank seperti mengurus KPR baru, jadi tahapan penyerahan berkas data diri, appraisal, dst dijalani lagi.

      Semoga berguna/membantu.

  2. Thanks buat sharing ilmunya ya gan.

    Nambah lagi ilmu ane :)

  3. saya sekarang mulai tau dari sini saya mulai mencermati dalam ke uanganku…

  4. jadi ada 4 macam,
    1. efektif, 2.floating, 3. flat, dan 4. fix

    Trimakasih
    sensusri

  5. saya mau tnya, bagaimana perbedaan perhitungan dg bunga anuitas & floating ya???
    dan lebih baik pilih yang mana untuk pengajuan KPR..
    Thanks ats jawabannya

    • Ibu Fanny, setahu saya annuitas adalah cicilan diawal-awal porsi bunga lebih besar dibanding pokok… seiring waktu porsi bunga menurun dan pokok bertambah namun jumlah cicilan tetap sama jika bunga sama selama masa cicilan.

      Floating adalah perhitungan bunga akan naik turun bergantung situasi ekonomi dan faktor lainnya.

      Berarti ini beda, Annuitas adalah jenis pembayaran sementara floating jenis bunga.. semoga dapat dimengerti.

  6. Adakah aturan dari BI atas batasan tertinggi bunga floating yang boleh diterapkan oleh Bank Umum ? Kalau ada peraturan no berapa ? Thx a lot

  7. ibnu khalid said:

    masa 600000/60000000 = 10% ???? (pada perhitungan bunga flat period 13)

  8. artikel yang super skali…. thaks ya

  9. Pak,

    Jadi bunga floating itu tidak sama dengan bunga efektif ya?

    • Flat vs Efektif, sementara Fix vs Floating… flat bunga dihitung dari pokok utang awal, efektif bunga dihitung dari sisa utang yang biasanya tiap awal tahun utang. Fix jenis bunga yang sama tiap bulan biasanya awal 2 thn pinjaman… floating bunga dihitung berdasarkan bunga yang berlaku perbulan jadi tiap bulan bisa berbeda-beda.

  10. Kalau menurut saya pribadi tergantung gmn rencana kita dalam Kredit itu sendiri.
    Jika memang kita berencana untuk mengikuti kredit hingga akhir ya memang metode Effektif/Annuitas itu lebih menguntungkan.
    Jika kita berencana untuk melunasi sebelum masa akhir pinjaman, menurut saya lebih menguntungkan yang Flat.
    Masalahnya banyak orang yang masih bingung antara perhitungan Flat dengan Fixed.

  11. Sayang sekali semua sistem bunga seperti ini adalah riba. haram hukumnya

  12. RIBA?? lebih berdosa mana dengan menelantarkan keluarga krn KPR dsb dianggap haram

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: